BERITA TERKINI
Kemenkeu Nilai Dampak Konflik AS-Iran ke Ekonomi Indonesia Masih Terbatas

Kemenkeu Nilai Dampak Konflik AS-Iran ke Ekonomi Indonesia Masih Terbatas

Jakarta—Kementerian Keuangan menilai dampak konflik Amerika Serikat dan Iran terhadap perekonomian Indonesia masih terbatas, termasuk rambatannya ke pasar keuangan domestik yang dinilai relatif moderat.

Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih memberikan optimisme di tengah dinamika global. Ia menyampaikan hal itu dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurut Noor, pada triwulan I 2026 kondisi fundamental ekonomi masih kuat. Hal itu tercermin dari data manufaktur yang masih berada di level ekspansi, neraca perdagangan yang tetap surplus, inflasi yang terkendali, serta cadangan devisa yang memadai.

Selain itu, pertumbuhan kredit disebut masih kuat. Noor menilai kondisi tersebut menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi domestik tetap bekerja dengan baik meski situasi global bergejolak.

Di pasar keuangan, Noor menjelaskan muncul sentimen risk off yang mendorong aliran keluar modal asing. Meski demikian, berdasarkan asesmen terbaru, tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia masih relatif moderat.

Ia menyebut depresiasi rupiah masih terkendali, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik. Kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, menurutnya, juga masih terjaga.

Noor menilai gejolak yang terjadi lebih dipengaruhi faktor teknikal ketimbang fundamental. Pemerintah, kata dia, akan menjaga kepercayaan pasar melalui pengelolaan APBN yang hati-hati.

Ia juga mengingatkan kenaikan harga energi menjadi risiko yang perlu dicermati bersama. Namun sejauh ini, transmisi kenaikan tersebut terhadap inflasi dinilai masih dapat diredam.

Noor menegaskan pemerintah akan merespons dengan kebijakan stabilisasi harga energi secara cermat serta tetap memperhatikan daya tahan fiskal. Ke depan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter antara pemerintah dan Bank Indonesia akan terus dijaga untuk meredam meningkatnya risiko global, menjaga stabilitas sektor keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan dan ketidakpastian.