Kenaikan jumlah wisatawan internasional menjadi pendorong utama menguatnya bisnis bandara di Selandia Baru pada awal 2026. Perkembangan ini menunjukkan pemulihan sektor perjalanan dan pariwisata global yang kian solid, bahkan mendekati tingkat sebelum 2019.
Christchurch Airport, bandara utama di Pulau Selatan, mencatat lonjakan kedatangan internasional sebesar 22% selama musim panas November 2025 hingga Maret 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 287.000 wisatawan internasional melintas melalui bandara itu.
Christchurch Airport memperkirakan belanja wisatawan internasional selama musim panas tersebut mencapai NZ$861 juta bagi perekonomian Pulau Selatan. Dampaknya dinilai langsung terasa pada berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran dan kuliner, transportasi lokal, hingga operator tur dan aktivitas wisata. Peningkatan arus penumpang juga berkaitan dengan pergerakan ekspor kargo udara, termasuk produk segar seperti seafood, daging, dan buah.
Dari sisi pasar, Australia masih menjadi penyumbang kedatangan terbesar dengan 112.600 wisatawan. Sementara itu, wisatawan asal China mencatat pertumbuhan lebih dari 100% dibanding musim sebelumnya, yang mencerminkan penguatan kembali permintaan dari pasar Asia.
Pertumbuhan kedatangan wisatawan ini berlangsung seiring peningkatan kapasitas penerbangan internasional. Sejumlah maskapai melaporkan kenaikan kapasitas, di antaranya Jetstar sebesar 49%, Cathay Pacific 24%, China Southern 37%, Qantas 18%, dan Air New Zealand 7%. Penambahan kursi dan rute langsung turut memperkuat konektivitas Selandia Baru dengan jaringan global, sekaligus mendorong kompetisi harga tiket yang lebih sehat.
Secara lebih luas, data tahunan periode Juli 2024 hingga Juni 2025 menunjukkan Selandia Baru menerima 3,38 juta wisatawan internasional. Angka tersebut telah melampaui 90% dari level pra-pandemi 2019. Pada skala global, jumlah wisatawan internasional pada 2025 tercatat sekitar 1,52 miliar perjalanan, atau naik 4% dibanding tahun sebelumnya.
Tren yang terlihat menunjukkan perjalanan liburan menjadi motor utama pertumbuhan, sementara perjalanan bisnis belum sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum pandemi. Sejumlah faktor disebut ikut mendorong kenaikan kunjungan, termasuk penambahan frekuensi dan rute penerbangan internasional, kebijakan visa yang lebih fleksibel untuk pasar tertentu, serta melemahnya dolar Selandia Baru yang membuat destinasi lebih kompetitif.
Meski demikian, industri pariwisata masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga bahan bakar, ketidakpastian geopolitik global, serta tekanan ekonomi di negara asal wisatawan. Namun, permintaan perjalanan jarak jauh sejauh ini dinilai tetap menunjukkan ketahanan.
Kenaikan 22% kedatangan internasional di Christchurch Airport menjadi salah satu indikator kuat bahwa pemulihan pariwisata Selandia Baru terus menguat. Dengan estimasi kontribusi NZ$861 juta hanya dalam satu musim panas, sektor ini kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi. Jika tren berlanjut sepanjang 2026, Selandia Baru berpeluang melampaui level kunjungan pra-pandemi.