BERITA TERKINI
Kadin Minta Pelaku Usaha Lebih Adaptif Hadapi Gejolak Global

Kadin Minta Pelaku Usaha Lebih Adaptif Hadapi Gejolak Global

Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pelaku usaha di Tanah Air untuk lebih adaptif dalam merespons dinamika global yang semakin tidak menentu. Kadin menilai gejolak global kini semakin sering terjadi dan perlu dihadapi dengan kesiapan yang matang.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T Riady, mengatakan kondisi tersebut telah menjadi “normal yang baru” sehingga dunia usaha perlu meningkatkan kemampuan merespons dan menyesuaikan diri dengan perubahan situasi global.

Meski tantangan jangka pendek masih ada, James menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang tetap kuat. Menurutnya, hal ini didukung oleh pergeseran pusat ekonomi global ke kawasan Pasifik yang mencakup Amerika Serikat, China, dan Indonesia.

Ia juga menyoroti posisi geografis Indonesia sebagai keunggulan strategis dalam perdagangan internasional, mengingat Indonesia berada di jalur utama arus perdagangan dunia.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, James menilai langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sudah berada pada jalur yang tepat. Namun, ia menekankan pelaku usaha tetap dituntut untuk meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang cepat.

James turut mengingatkan adanya tekanan global seperti inflasi dan kenaikan suku bunga yang sulit dihindari. Karena itu, Kadin mendorong dunia usaha agar mengoptimalkan sektor-sektor yang relatif tahan terhadap gejolak global, terutama dengan memperkuat pasar domestik sebagai penopang utama pertumbuhan.

Ia menilai pengembangan pasar dan konsumsi domestik menjadi kunci untuk mencari peluang yang lebih tahan terhadap tekanan inflasi dan siklus ekonomi. James juga menilai sejumlah program pemerintah yang berfokus pada penguatan konsumsi domestik sebagai langkah strategis untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan beberapa inisiatif pemerintah yang dinilai penting, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sektor perumahan, serta pariwisata dalam negeri, yang menurutnya dapat mendukung konsumsi domestik.