BERITA TERKINI
Iran Desak Pembukaan Aset yang Dibekukan di Luar Negeri, Nilainya Diperkirakan Lebih dari USD100 Miliar

Iran Desak Pembukaan Aset yang Dibekukan di Luar Negeri, Nilainya Diperkirakan Lebih dari USD100 Miliar

Iran menuntut pembukaan pemblokiran aset-asetnya di luar negeri dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) yang disebut bertujuan mengakhiri perang. Namun hingga kini, tidak ada data pasti mengenai total aset milik pemerintah Iran yang dibekukan di bank-bank luar negeri.

Dalam laporan yang dikutip dari euronews.com pada 9 April 2026, nilai aset Iran yang dibekukan di luar negeri diperkirakan melebihi USD100 miliar, meski jumlah pastinya tidak diketahui. Jika dikonversi dengan kurs rupiah di kisaran Rp17.100 per dolar AS, nilainya setara lebih dari Rp1.710 triliun.

Aset-aset tersebut disebut sebagian besar berasal dari hasil penjualan minyak Iran yang disimpan di bank-bank luar negeri. Pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari sanksi negara-negara Barat seperti AS dan Eropa terhadap Iran.

Iran diketahui menyimpan devisa dari penjualan minyaknya di sejumlah negara, antara lain di bank-bank di Tiongkok, India, Turki, Jepang, Korea Selatan, AS, dan negara-negara Eropa.

Disebutkan pula, aset milik pemerintah Iran yang dibekukan di AS mencapai USD2 miliar. Selain itu, Iran juga memiliki aset senilai USD6 miliar yang dibekukan di bank di Qatar.

Di luar isu pemblokiran aset, pemberitaan juga menyebut AS berperan dalam tekanan ekonomi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, disebut mengakui adanya langkah-langkah tekanan terhadap Iran di tengah alotnya perundingan nuklir.

Dalam narasi yang sama, AS disebut mengatur agar terjadi kekurangan dolar di Iran, yang berdampak pada melemahnya nilai mata uang Iran. Kondisi tersebut dikaitkan dengan lonjakan inflasi yang memicu aksi protes warga.

Aksi protes itu kemudian disebut dimanfaatkan sehingga memicu kekerasan. Iran dikatakan berhasil mengendalikan situasi di dalam negeri, sebelum AS melakukan serangan ketika perundingan nuklir masih berlangsung.