BERITA TERKINI
Investor Kripto di Indonesia Tembus 21 Juta, PINTU Gelar Edukasi Literasi Keuangan di Unpad

Investor Kripto di Indonesia Tembus 21 Juta, PINTU Gelar Edukasi Literasi Keuangan di Unpad

PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggelar kegiatan edukasi bertajuk Pintu Goes to Campus dengan tema Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Jawa Barat, pada 9 April 2026. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan di Indonesia.

Selain sesi edukasi, acara tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada delapan mahasiswa berprestasi Unpad.

Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan di tengah berkembangnya beragam produk investasi, termasuk kripto. Ia mengingatkan, kurangnya pemahaman dapat memicu persoalan finansial di kemudian hari.

“Literasi keuangan, termasuk kripto dan investasi, menjadi hal yang sangat penting. Jika tidak dipahami dengan baik, bisa menimbulkan permasalahan ke depan,” ujarnya. Arief juga mengapresiasi kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PINTU, dan pihak terkait dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi pada sektor kripto. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti tren saat berinvestasi.

Djoko menekankan dua prinsip yang perlu dipegang, yakni legal dan logis. Ia juga mengimbau agar masyarakat menggunakan platform yang berlisensi OJK serta tidak mudah tergiur janji keuntungan pasti.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin menyampaikan bahwa adopsi kripto terus meningkat, baik secara global maupun di Indonesia. Ia menyebut sekitar 700 juta orang secara global telah berinvestasi kripto. Sementara di Indonesia, jumlah investor kripto disebut telah melampaui investor saham.

“Masalah utama bukan lagi adopsi, tetapi literasi dan edukasi. Karena itu kami aktif masuk ke kampus untuk memberikan pemahaman yang benar,” kata Timothius.

Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor kripto di Indonesia tercatat mencapai 21,07 juta. Adapun World Economic Forum mencatat sekitar 42% investor Gen Z secara global telah memiliki aset kripto.

PINTU menilai tingginya minat generasi muda terhadap investasi digital perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat agar risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial dapat ditekan. Timothius menegaskan generasi muda tidak cukup hanya mengikuti tren, tetapi perlu memahami investasi secara mendalam untuk mengambil keputusan yang bijak.

Melalui kegiatan edukasi seperti ini, PINTU bersama OJK dan institusi pendidikan berharap dapat mendorong lahirnya investor muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan industri kripto.