Kelompok Kerja Tata Usaha (KKTU) MTs dan MA Kabupaten Ciamis mendapat pembinaan dan pendampingan tata kelola keuangan dari Inspektorat I Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut digelar di Aula Darussalam Ciamis, Sabtu (11/4/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, mengatakan jumlah lembaga madrasah di wilayahnya tergolong besar dan menjadi salah satu yang terbanyak di Jawa Barat. Ia menyebut, lembaga madrasah di Ciamis mencakup jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Secara keseluruhan hampir mencapai lebih dari 700 lembaga madrasah, mulai dari RA hingga MAN. Ini menjadi potensi besar sekaligus tantangan dalam pengelolaan administrasi, termasuk keuangan,” ujarnya.
Asep juga mengapresiasi terbentuknya KKTU MTs dan MA Kabupaten Ciamis yang disebutnya sebagai yang pertama di Indonesia. Menurut dia, keberadaan KKTU diharapkan mampu memberi kontribusi nyata, terutama dalam peningkatan kualitas tata kelola administrasi dan keuangan madrasah.
Ia menilai pembinaan dari Inspektorat penting untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan madrasah. Asep mengakui masih ada kendala di lapangan, antara lain perbedaan persepsi antar pemeriksa serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya terkait penunjukan bendahara.
“Seringkali aturan dipersepsikan berbeda oleh masing-masing pemeriksa. Di sisi lain, kami juga dihadapkan pada keterbatasan SDM, terutama ketika aturan mensyaratkan pengelola keuangan harus dari ASN,” ungkapnya.
Selain itu, Asep menyoroti adanya tekanan kepentingan tertentu yang kerap dihadapi pengelola keuangan. Karena itu, pihaknya meminta arahan langsung dari Inspektorat agar pengelolaan keuangan dapat berjalan sesuai aturan dan terhindar dari risiko hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Asep mengaitkan kegiatan tersebut dengan upaya mendukung program pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama. Ia berharap Kabupaten Ciamis dapat menjadi salah satu satuan kerja yang meraih predikat ZI pada masa mendatang.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, tata kelola keuangan di madrasah semakin baik, akuntabel, dan sesuai regulasi, sehingga dapat mendukung target pembangunan Zona Integritas,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKTU MTs Kabupaten Ciamis, Jamaludin, menyampaikan kegiatan ini merupakan inisiatif pihaknya untuk menyamakan persepsi dalam tata kelola keuangan dan administrasi madrasah. Ia mengatakan, perbedaan interpretasi aturan kerap muncul saat proses audit, baik audit kinerja maupun audit tugas dan fungsi, sehingga menimbulkan kebingungan di tingkat teknis.
“Karena sering terjadi perbedaan persepsi saat pemeriksaan, kami berinisiatif menghadirkan langsung auditor dari Inspektorat agar mendapatkan pemahaman yang benar dan sesuai regulasi,” jelasnya.
Jamaludin menambahkan, kehadiran Inspektorat mendapat respons positif dari pimpinan Kemenag Kabupaten Ciamis. Ia berharap pembinaan ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan madrasah agar lebih akurat dan akuntabel, serta ditindaklanjuti di masing-masing satuan pendidikan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pengelolaan keuangan di madrasah berjalan sesuai aturan. Ke depan, hasil pembinaan ini akan kami tindak lanjuti di masing-masing madrasah,” pungkasnya.