BERITA TERKINI
Indodana Fintech Klaim Salurkan Pendanaan Sesuai Kemampuan Pengguna

Indodana Fintech Klaim Salurkan Pendanaan Sesuai Kemampuan Pengguna

Indodana Fintech menegaskan komitmennya menjaga kesehatan finansial pengguna dengan meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 untuk kategori Produk Digital Lending Platforms. Penghargaan tersebut diberikan atas praktik pendanaan yang dinilai mengedepankan keamanan, tanggung jawab, dan kepercayaan publik di tengah pertumbuhan layanan keuangan digital.

Indodana merupakan penyedia layanan dana tunai yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan menyatakan perlindungan konsumen menjadi prioritas utama dalam pengembangan bisnisnya.

Direktur Utama Indodana Fintech Ronny Wijaya mengatakan penghargaan itu menjadi pengingat atas tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menyebut perusahaan memastikan setiap fasilitas pendanaan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing pengguna.

Pendekatan tersebut, menurut perusahaan, ditujukan untuk meminimalkan risiko beban utang berlebih sekaligus mendorong praktik keuangan yang lebih sehat di kalangan pengguna layanan digital lending.

Sejak berdiri pada 2017, Indodana menyatakan mengembangkan strategi bisnis yang berfokus pada keberlanjutan ekosistem keuangan, tidak semata mengejar volume transaksi. Salah satu implementasinya adalah penggunaan sistem analisis skor kredit untuk menilai kelayakan pengguna sebelum memberikan akses pembiayaan.

Sistem skor kredit itu disebut memanfaatkan data finansial dan perilaku pengguna untuk menentukan profil risiko. Dengan hasil penilaian tersebut, perusahaan menyesuaikan jumlah pinjaman dan tenor agar tetap berada dalam batas kemampuan pengguna.

Indodana juga menyampaikan upaya penguatan literasi keuangan digital melalui penyediaan materi edukasi. Materi ini antara lain ditujukan untuk membantu pengguna memahami pengelolaan keuangan, memperbaiki profil kredit, serta menghindari risiko finansial di masa depan.

Dalam konteks industri, pendekatan berbasis kesehatan finansial dinilai kian relevan seiring meningkatnya penggunaan layanan pinjaman digital. Regulator dan pelaku industri mendorong praktik responsible lending, yakni penyaluran pembiayaan yang mempertimbangkan kemampuan bayar pengguna serta transparansi informasi.

Perusahaan menyebut kombinasi inovasi teknologi, penguatan manajemen risiko, dan edukasi pengguna menjadi fondasi layanan untuk mendukung ekosistem keuangan digital yang lebih transparan, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.