Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tengah dampak perang di Timur Tengah. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik mulai menekan aktivitas ekonomi secara lebih luas.
Dalam penilaiannya, IMF menyoroti kerusakan pasar yang dinilai masif. Kondisi tersebut memperbesar ketidakpastian dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, sehingga mendorong penyesuaian terhadap proyeksi pertumbuhan.
Peringatan IMF ini menjadi sinyal bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga dapat merembet ke perekonomian dunia melalui tekanan pada pasar dan meningkatnya risiko terhadap pemulihan global.