JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan lalu di level 7.026, melemah sekitar 0,99% dibandingkan pekan sebelumnya. Penutupan tersebut terjadi pada akhir perdagangan Kamis, 2 April 2025, seiring libur nasional Jumat Agung.
Di tengah pelemahan IHSG, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (outflow) sebesar Rp2,8 triliun di pasar reguler. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai, pasar saham Indonesia masih bergerak lesu dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari sisi global, David menyoroti meningkatnya tensi geopolitik setelah Donald Trump menyatakan siap menyerang Iran secara frontal. Ancaman serangan Amerika Serikat ke Iran tersebut memicu kepanikan investor global yang kemudian beralih ke aset aman (safe haven).
Menurut David, kondisi itu meningkatkan ketidakpastian sehingga aset berisiko, termasuk saham di pasar berkembang seperti IHSG, berpotensi menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek.