Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. IHSG naik 177,62 poin atau 2,55 persen ke level 7.148,65, mencerminkan rebound pasar setelah sebelumnya mengalami tekanan jual.
Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,78 triliun. Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp754,26 miliar, dengan volume 11,44 juta lot dan frekuensi 60,76 ribu kali transaksi. Secara keseluruhan, nilai jual asing tercatat Rp5,49 triliun dan nilai beli Rp3,71 triliun di seluruh pasar.
Penguatan IHSG didorong mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor basic industry memimpin kenaikan sebesar 3,50 persen, disusul sektor industrial yang naik 2,78 persen dan infrastruktur 2,71 persen. Sektor keuangan menguat 2,00 persen, sementara energi naik 0,97 persen. Kenaikan juga terjadi pada sektor teknologi sebesar 1,43 persen dan transportasi 1,89 persen. Adapun sektor kesehatan naik 0,19 persen dan sektor non-cyclical menguat 1,12 persen.
Dari sisi saham, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menjadi top gainer setelah melonjak 600 poin atau 21,43 persen ke level 3.400. Berikutnya, PT Arthavest Tbk (ARTA) naik 510 poin atau 17,35 persen ke 3.450, serta PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) menguat 23 poin atau 15,23 persen ke 174. PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) naik 11 poin atau 10,00 persen ke 121, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 400 poin atau 8,60 persen ke 5.050.
Di sisi lain, sejumlah saham melemah. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) turun 9 poin atau 8,49 persen ke 97. PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) melemah 24 poin atau 8,45 persen ke 260, sementara PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) turun 36 poin atau 7,20 persen ke 464. PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) merosot 90 poin atau 7,03 persen ke 1.190, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) melemah 50 poin atau 6,99 persen ke 665.
Meski menguat pada awal perdagangan, tekanan jual asing masih menjadi perhatian pelaku pasar dan mengindikasikan pengaruh sentimen global serta faktor eksternal terhadap pergerakan indeks.
Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebut IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 0,26 persen ke level 6.971 dan dinilai masih berada dalam fase rawan koreksi. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A, sehingga berpotensi melemah ke area 6.745 hingga 6.849.
Namun, dalam skenario terbaik, IHSG disebut berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.323 hingga 7.450. Level support berada di 6.917 dan 6.846, sedangkan resistance di 7.207 dan 7.302.