BERITA TERKINI
IHSG Menguat di Pembukaan, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

IHSG Menguat di Pembukaan, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat pada perdagangan Jumat (10/4/2026). IHSG naik 38,90 poin atau 0,53 persen ke level 7.346,49. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham terlikuid turut naik 3,83 poin atau 0,52 persen ke posisi 737,73.

Pada awal sesi, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,4 triliun dengan volume perdagangan sekitar 2,3 miliar saham. Frekuensi transaksi melampaui 115 ribu kali, mencerminkan minat beli yang cukup kuat sejak pembukaan.

Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik sekitar 120 poin atau 1,19 persen ke Rp10.200. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 60 poin atau 1,06 persen ke Rp5.700, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 55 poin atau 0,88 persen ke Rp6.300.

Selain perbankan, beberapa saham unggulan lain juga menguat. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 30 poin atau 0,72 persen ke Rp4.200, sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) bertambah 65 poin atau 1,11 persen ke Rp5.900.

Di sisi lain, terdapat saham yang menahan laju penguatan indeks. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melemah 10 poin atau 0,41 persen ke Rp2.400. Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 1 poin atau 1,16 persen ke level Rp85.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan dominasi aksi beli, terutama pada saham-saham perbankan yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Kondisi ini mengindikasikan kembalinya kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik setelah tekanan dalam beberapa hari sebelumnya.

Dari sisi sentimen, penguatan IHSG disebut didukung kondisi eksternal yang relatif kondusif, termasuk stabilisasi pasar global dan meredanya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik. Dari dalam negeri, aksi beli pada saham-saham unggulan dinilai mencerminkan peluang rebound secara teknikal.

Meski menguat, pergerakan IHSG diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Pelaku pasar cenderung selektif sambil menunggu katalis lanjutan, sehingga potensi volatilitas akibat aksi ambil untung jangka pendek tetap terbuka.