Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat, di tengah sikap pelaku pasar yang masih menunggu perkembangan pembicaraan diplomatik antara perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan ini.
IHSG mengakhiri perdagangan dengan naik 150,91 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.458,50. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 12,57 poin atau 1,71 persen menjadi 746,47.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan Wall Street pada perdagangan sebelumnya, di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berjalan selama enam minggu.
Pelaku pasar juga menantikan pertemuan diplomatik di Islamabad, dengan Wakil Presiden AS JD Vance disebut akan memimpin delegasi AS dalam diskusi dengan pejabat Iran. Namun, menurut Nico, sentimen pasar tetap berhati-hati karena serangan Israel ke Lebanon masih berlanjut, disertai gangguan yang terus terjadi di Selat Hormuz yang berpotensi mempersulit proses negosiasi.
Dari sisi makroekonomi global, pasar menunggu rilis data inflasi AS (CPI) untuk Maret 2026 yang dijadwalkan keluar pada malam hari, guna melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi. Selain itu, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed Maret 2026 menunjukkan kekhawatiran pembuat kebijakan bahwa konflik tersebut dapat mempertahankan tekanan inflasi dan berpotensi memerlukan kenaikan suku bunga tambahan, meski masih ada perkiraan satu kali penurunan suku bunga tahun ini.
Dari dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat turun menjadi 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada Februari 2026, yang sekaligus menjadi level terendah sejak Oktober 2025.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks juga tetap berada di teritori hijau sampai akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor industri yang naik 4,09 persen. Penguatan berikutnya terjadi pada sektor keuangan yang naik 2,92 persen dan sektor barang konsumen non primer yang menguat 2,56 persen. Sementara itu, satu sektor melemah, yakni sektor kesehatan yang turun 0,04 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar tercatat pada CITY, WBSA, DIVA, OPMS, dan PADI. Adapun saham-saham yang melemah paling dalam antara lain KUAS, HDFA, MSKY, IPAC, dan CTTH.
Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi transaksi sebanyak 2.287.124 kali, dengan volume 42,94 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp18,12 triliun. Di pasar reguler, sebanyak 485 saham menguat, 181 saham melemah, dan 153 saham tidak bergerak.
Di kawasan Asia, sejumlah bursa regional juga ditutup menguat. Indeks Nikkei naik 1.063,18 poin atau 1,90 persen ke 56.958,50, indeks Shanghai menguat 20,05 poin atau 0,51 persen ke 3.986,22, indeks Hang Seng naik 141,14 poin atau 0,55 persen ke 25.893,54, dan indeks Straits Times menguat 7,67 poin atau 0,15 persen ke 4.984,80.