Jakarta—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Rabu (8/4/2026) dengan kenaikan tajam. IHSG melonjak 308,18 poin atau 4,42% ke level 7.279,20, setelah beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan.
Aktivitas transaksi tercatat ramai dengan volume perdagangan sekitar 26,85 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp12,99 triliun, sementara frekuensi transaksi melampaui 1,43 juta kali.
Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten berakhir di zona hijau. Sebanyak 566 saham ditutup menguat, 134 saham melemah, dan 114 saham tidak berubah. Penguatan yang terjadi secara luas ini menunjukkan reli pasar tidak hanya ditopang oleh segelintir saham berkapitalisasi besar.
Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan hingga penutupan perdagangan. Saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 21,43% ke Rp3.400, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) yang menguat 17,35% ke Rp3.450. PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) naik 15,23% ke Rp174, sementara PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) bertambah 10,00% ke Rp121. Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 8,60% ke Rp5.050 dan disebut menjadi salah satu penopang utama indeks.
Kenaikan IHSG disebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, meredanya ketegangan geopolitik serta kondisi pasar keuangan global yang lebih stabil mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko. Dari dalam negeri, sentimen positif turut datang dari meningkatnya kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai relatif terjaga.
Secara teknikal, lonjakan lebih dari empat persen dalam satu hari mencerminkan fase rebound yang kuat setelah tekanan sebelumnya. Namun, kenaikan tajam dalam waktu singkat juga membuka peluang aksi ambil untung dalam jangka pendek. Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih fluktuatif, dipengaruhi dinamika global, arus dana asing, serta perkembangan data ekonomi domestik.