Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Indeks naik 308 poin atau 4,42% ke level 7.279, dengan nilai transaksi mencapai Rp22,17 triliun dan volume perdagangan 424,5 juta lot saham.
Penguatan IHSG kali ini dinilai solid karena terjadi merata di seluruh sektor. Seluruh sektor berada di zona hijau, dengan sektor basic industry menjadi pendorong utama setelah melonjak 8,79%.
Di sektor tersebut, sejumlah saham mencatat kenaikan menonjol. BRPT melesat 20,89%, disusul IMPC 10,48% dan TPIA 7,18%. Sementara itu, TKIM dan INTP masing-masing menguat lebih dari 3%.
Penguatan juga terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45. BRPT kembali menjadi salah satu penggerak, diikuti AMMN, MBMA, EXCL, EMTK, hingga AMRT dan SCMA yang turut mencatat kenaikan.
Distribusi penguatan yang menyebar ini menunjukkan reli tidak terkonsentrasi pada satu sektor saja, melainkan meluas ke berbagai kelompok saham, termasuk energi, infrastruktur, konsumsi, dan teknologi.
Di sisi lain, tekanan justru muncul pada sejumlah saham berbasis komoditas energi. MEDC, AADI, PTBA, dan ITMG tercatat masuk daftar top losers di LQ45. Pergerakan ini sejalan dengan penurunan tajam harga minyak global pada hari yang sama, sehingga saham-saham yang sensitif terhadap harga energi merespons negatif.
Harga minyak menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar. Brent turun 13,8% ke USD94,25 per barel, sedangkan WTI melemah 15,4% ke USD95,52 per barel. Penurunan terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuka peluang kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Perubahan sentimen tersebut tercermin pada pergerakan pasar global. Bursa Asia ditutup menguat serentak, dengan Kospi naik 6,87% dan Nikkei menguat 5,39%. Shenzhen dan CSI 300 masing-masing naik lebih dari 3%, sementara Hang Seng dan Shanghai menguat di atas 2%.
Dari sisi mata uang, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Baht menguat 1,59%, ringgit 1,27%, dan dolar Australia 1,06%. Rupiah turut terapresiasi 0,54% ke level 17.012 per dolar AS.
Momentum positif berlanjut hingga pembukaan bursa Eropa. Indeks Stoxx 600 naik 3,8%, DAX Jerman melonjak 4,8%, dan CAC 40 Prancis menguat 4,1%. Sektor otomotif, pertambangan, dan pariwisata menjadi pendorong utama di kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, reli IHSG pada penutupan perdagangan terbentuk dari kombinasi faktor eksternal dan internal yang bergerak searah. Penurunan harga minyak dinilai mengurangi tekanan inflasi global, sementara meredanya ketegangan geopolitik membuka ruang bagi pasar untuk kembali mengambil posisi berisiko. Dalam situasi ini, sektor basic industry dan saham-saham siklikal menjadi penerima manfaat utama, sementara saham energi mengalami tekanan, mencerminkan rotasi sektor dalam satu sesi perdagangan.