Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (10/4/2026). IHSG naik 2,07% atau 150,90 poin ke level 7.458,49, seiring meningkatnya optimisme investor menjelang akhir pekan.
Aktivitas transaksi terpantau ramai. Hingga penutupan, frekuensi transaksi tercatat 2,35 juta kali dengan volume perdagangan 34,8 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp21,7 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga di tengah meningkatnya minat beli.
Penguatan IHSG ditopang saham-saham berkapitalisasi besar. BREN naik Rp450 menjadi Rp9.850, TPIA menguat Rp350 ke Rp8.975, dan BRPT bertambah Rp80 ke Rp1.780. Dari sektor perbankan, BBRI naik Rp125 ke Rp5.625, BMRI menguat Rp150 menjadi Rp7.150, dan BBNI naik Rp100 ke Rp6.025. Kenaikan saham-saham tersebut secara kolektif memberi dorongan kuat terhadap pergerakan indeks.
Dari sisi sentimen, penguatan IHSG disebut didorong kombinasi faktor global dan domestik. Stabilnya harga komoditas serta meredanya tekanan eksternal mendorong investor kembali masuk ke pasar saham, terutama pada saham berbasis energi dan konglomerasi. Selain itu, meningkatnya aksi beli investor asing turut memperkuat laju kenaikan indeks.
Secara teknikal, IHSG dinilai menunjukkan sinyal penguatan lanjutan setelah menembus area resistance di kisaran 7.300. Pergerakan ini membuka peluang pengujian level psikologis berikutnya di area 7.500. Meski demikian, setelah kenaikan tajam, potensi aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai dalam jangka pendek.
Ke depan, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tren positif terbatas dengan dukungan aliran dana asing dan sentimen global yang relatif kondusif. Namun, dinamika eksternal disebut tetap berpotensi memicu volatilitas sewaktu-waktu.