BERITA TERKINI
IHSG Melonjak 1,43% pada Pembukaan Perdagangan, Saham Perbankan dan Telekomunikasi Menguat

IHSG Melonjak 1,43% pada Pembukaan Perdagangan, Saham Perbankan dan Telekomunikasi Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Rabu (1/4/2026) dengan penguatan tajam. Pada pembukaan, IHSG naik 101,03 poin atau 1,43% ke posisi 7.149,25. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 turut menguat 11,78 poin atau 1,65% ke level 727,59.

Aktivitas transaksi pada awal sesi terpantau ramai. Volume perdagangan tercatat sekitar 3,8 miliar saham dengan nilai transaksi kurang lebih Rp1,9 triliun. Frekuensi transaksi berada di kisaran 230 ribu kali, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar sejak awal perdagangan.

Pergerakan saham didominasi penguatan. Ratusan saham berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya melemah dan stagnan, menunjukkan sentimen positif yang relatif merata di pasar.

Penguatan IHSG terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik sekitar 1,5% ke kisaran Rp10.025 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,8% ke sekitar Rp6.150 per saham, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 2,0% ke kisaran Rp7.125 per saham.

Dari sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut menguat sekitar 1,2% ke level Rp3.820 per saham.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor keuangan dan energi menjadi kontributor utama penguatan indeks pada awal perdagangan.

Dari sisi analisis, lonjakan IHSG pada pembukaan mencerminkan rebound teknikal setelah tekanan yang terjadi sebelumnya. Posisi indeks yang sempat berada di area jenuh jual mendorong investor melakukan aksi beli.

Sentimen global yang cenderung positif juga disebut turut mendukung pergerakan pasar domestik. Stabilitas pasar keuangan global dan penguatan harga komoditas menjadi faktor yang meningkatkan kepercayaan investor.

Masuknya aliran dana ke saham-saham unggulan ikut mendorong penguatan, terutama pada saham perbankan berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap IHSG. Kenaikan harga pada saham-saham tersebut berdampak besar terhadap pergerakan indeks.

Tingginya volume dan frekuensi transaksi pada awal sesi menunjukkan likuiditas pasar yang tetap terjaga. Kondisi ini mengindikasikan investor masih aktif melakukan akumulasi saham.

Ke depan, IHSG dinilai masih berpotensi melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level 7.100. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas, terutama yang berasal dari dinamika global dan pergerakan harga komoditas.

Investor juga diimbau tetap selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi yang berpotensi menjadi penggerak utama indeks dalam jangka pendek.