BERITA TERKINI
IHSG Kembali Menguat, OJK Sebut Reformasi Pasar Modal Dorong Kepercayaan Investor

IHSG Kembali Menguat, OJK Sebut Reformasi Pasar Modal Dorong Kepercayaan Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dalam beberapa hari terakhir, yang dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah reformasi pasar modal Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, tren tersebut mencerminkan respons pasar yang disebut semakin konstruktif terhadap berbagai kebijakan regulator.

Pada perdagangan Selasa pagi (14/4/2026), IHSG tercatat melesat 1,91% ke level 7.642. Sebelumnya, IHSG juga dibuka menguat 98,61 poin atau 1,31% ke posisi 7.598,80. Kenaikan turut terjadi pada indeks LQ45 yang naik 10,09 poin atau 1,35% ke level 756,45.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penguatan IHSG merupakan hasil dari reformasi pasar modal yang tengah dijalankan. OJK menyatakan saham domestik bergerak menuju transparansi yang lebih tinggi dan semakin selaras dengan standar global, seiring sejumlah kebijakan baru yang dirancang untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar, termasuk dari penyedia indeks global.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain peningkatan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%, keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, serta kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO). Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan memperkuat integritas dan akuntabilitas pasar modal Indonesia.

Senior Market Chartist Nafan Aji Gusta menilai respons positif pasar tidak lepas dari konsistensi reformasi yang dijalankan. Ia mencontohkan keputusan FTSE Russell yang mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market sebagai indikator kepercayaan global. “FTSE Russell sendiri masih mempertahankan Indonesia di secondary emerging market. Ini menjadi langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal kita,” ujar Nafan, Selasa (14/4).

Menurut Nafan, konsistensi implementasi kebijakan menjadi faktor krusial. Jika reformasi dijalankan secara berkelanjutan, transparansi pasar dinilai akan meningkat dan pada akhirnya memperkuat minat investor global. Ia juga menekankan pentingnya kondisi tersebut untuk menjaga posisi Indonesia tetap berada di level emerging market, sekaligus membuka peluang peningkatan status di masa depan.

Sementara itu, dari sisi teknikal, analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut pergerakan IHSG masih berada dalam fase penguatan. Ia memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji rentang 7.592–7.856.

Meski demikian, Herditya mengingatkan adanya potensi koreksi terbatas. Area koreksi minor disebut berada di kisaran 7.390–7.443, dengan level support di 7.274 dan 7.184, serta resistance di 7.585–7.700.

Sejalan dengan itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di 7.400–7.600. Pelaku pasar pun disarankan tetap mencermati pergerakan pasar dan memanfaatkan momentum secara selektif.