BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Turun 0,53% ke 6.989, Sektor Perbankan Menekan di Tengah Lesunya Transaksi

IHSG Ditutup Turun 0,53% ke 6.989, Sektor Perbankan Menekan di Tengah Lesunya Transaksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4/2026). IHSG turun 37,35 poin atau 0,53% ke level 6.989,42, melanjutkan tekanan jual yang sudah terlihat sejak awal sesi.

Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG sempat berfluktuasi, namun tetap bertahan di zona negatif hingga penutupan. Likuiditas pasar terpantau relatif terbatas, dengan volume transaksi mencapai 29,07 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp15,18 triliun.

Tekanan indeks terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup di sekitar Rp6.475, turun 1,52%. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 0,60% ke Rp3.300, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,86% ke Rp4.610. Di luar perbankan, PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 0,41% ke Rp6.050.

Di tengah tekanan tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat terbatas 0,32% ke Rp3.140, sehingga sedikit menahan laju pelemahan IHSG.

Pelemahan pada saham perbankan dan sejumlah saham berbasis komoditas mencerminkan kecenderungan investor melakukan aksi ambil untung serta mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Kondisi ini sejalan dengan arus dana asing yang masih mencatatkan jual bersih di pasar domestik.

Dari sisi dinamika transaksi, nilai perdagangan disebut cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya meski frekuensi transaksi tetap tinggi. Situasi ini mengindikasikan aktivitas investor ritel yang lebih dominan dalam transaksi jangka pendek, sementara investor institusi cenderung menahan posisi dan bersikap lebih hati-hati. Pola tersebut menunjukkan pasar masih menunggu kepastian arah sentimen berikutnya.

Dari faktor eksternal, pelemahan IHSG turut dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk perkembangan ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan internasional. Sentimen tersebut mendorong investor menghindari risiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman. Dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah serta ekspektasi kebijakan suku bunga juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Secara teknikal, penutupan IHSG kembali berada di bawah level psikologis 7.000 membuka peluang konsolidasi lanjutan dalam jangka pendek. Level support diperkirakan di sekitar 6.900, sedangkan resistance berada pada rentang 7.050–7.100. Selama belum ada sentimen positif yang kuat, pergerakan indeks diperkirakan masih terbatas dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah katalis, antara lain arah kebijakan moneter global, stabilitas nilai tukar, serta kinerja laporan keuangan emiten pada kuartal I/2026. Dalam kondisi saat ini, IHSG dinilai masih berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas, meski peluang rebound teknikal tetap terbuka seiring tingginya aktivitas perdagangan investor ritel.