Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat, sejalan dengan kenaikan bursa saham kawasan Asia dan pergerakan positif di pasar global.
Pada awal perdagangan, IHSG naik 38,90 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.346,49. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,83 poin atau 0,52 persen ke 737,73.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan IHSG diperkirakan bergerak cenderung menguat untuk menguji level 7.350.
Dari sisi sentimen global, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Israel menyatakan akan melakukan negosiasi dengan Lebanon, yang dinilai menghilangkan poin perselisihan utama dalam gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang sebelumnya disebut tidak stabil akibat penyerangan Israel terhadap Lebanon. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS akan tetap berada di kawasan Teluk hingga ada kesepakatan nyata yang tercapai dan dipatuhi.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada disrupsi artificial intelligence (AI) serta data inflasi AS. Indeks PCE AS dilaporkan naik 0,4 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Februari 2026, sesuai ekspektasi konsensus. Data tersebut masih berada di atas target The Fed sebesar 2 persen dan disebut belum memasukkan dampak kenaikan harga minyak yang terjadi mulai Maret 2026, sehingga menggambarkan inflasi AS sudah relatif tinggi sebelum konflik berlangsung.
Pelaku pasar selanjutnya menantikan rilis inflasi CPI AS untuk Maret 2026 yang dijadwalkan pada Jumat (10/4).
Dari dalam negeri, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026 dari proyeksi sebelumnya 4,8 persen, serta berada di bawah target pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Pemangkasan proyeksi ini dikaitkan dengan perkiraan dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan harga energi global.
Bank Dunia juga menilai penurunan proyeksi tersebut sejalan dengan tren perlambatan ekonomi regional di Asia Timur dan Pasifik di luar China, yang diproyeksikan mencapai 4,1 persen dari proyeksi sebelumnya 4,4 persen.
Di pasar global, bursa saham Eropa pada Kamis (09/04) bergerak melemah. Euro Stoxx 50 turun 0,34 persen, FTSE 100 Inggris turun 0,05 persen, DAX Jerman turun 1,14 persen, dan CAC 40 Prancis turun 0,02 persen.
Sementara itu, Wall Street pada Kamis (09/04) ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen ke 48.185,80, S&P 500 naik 0,62 persen ke 6.824,66, dan Nasdaq Composite naik 0,83 persen ke 22.822,42.
Pada perdagangan pagi di Asia, sejumlah indeks utama juga menguat. Nikkei naik 770,68 poin atau 1,38 persen ke 56.666,00, Shanghai naik 36,87 poin atau 0,93 persen ke 4.003,04, Hang Seng naik 221,60 poin atau 0,86 persen ke 25.974,00, Kuala Lumpur naik 3,15 poin atau 0,19 persen ke 1.689,39, dan Strait Times naik 10,69 poin atau 0,21 persen ke 4.987,77.