BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah ke 7.238 Meski Bursa Global Menguat

IHSG Dibuka Melemah ke 7.238 Meski Bursa Global Menguat

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, meski bursa global sebelumnya ditutup menguat signifikan. Pergerakan ini mencerminkan sikap pasar domestik yang masih berhati-hati di tengah sentimen positif dari Wall Street, Eropa, hingga Asia.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 9 April 2026, IHSG berada di zona merah di level 7.238,462. Mengacu data RTI hingga pukul 09.21 WIB, IHSG turun 59,322 poin atau 0,81% ke posisi 7.219,887, dengan level tertinggi 7.244 dan terendah 7.191.

Tekanan jual pada awal sesi menjadi perhatian, mengingat sehari sebelumnya IHSG mencatat penguatan yang dinilai impresif dan meninggalkan gap up yang cukup lebar. Namun pada pembukaan hari ini, indeks kembali terkoreksi, menunjukkan pasar masih melakukan penyesuaian terhadap dinamika yang berkembang.

Di tengah pelemahan indeks, pergerakan saham tidak sepenuhnya seragam. Tercatat 217 saham melemah, 303 saham menguat, dan 198 saham stagnan. Data ini mengindikasikan bahwa koreksi IHSG dapat dipengaruhi oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, sementara minat beli pada sejumlah saham lain masih terlihat.

Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Nilai transaksi sementara mencapai Rp3,025 triliun dengan volume 5,583 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.704,275 triliun.

Sentimen eksternal sebelumnya sempat memberi angin positif. Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan indeks global pada 8 April 2026 ditutup menguat signifikan, dengan Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 naik lebih dari 2,5% hingga 2,8%. Penguatan juga terjadi di Eropa, dengan FTSE naik 2,5%, sementara Hang Seng memimpin penguatan di Asia dengan lonjakan 3%.

Meski demikian, pembukaan IHSG yang melemah menunjukkan pasar domestik tidak selalu bergerak sejalan secara langsung dengan bursa global. Pelaku pasar juga menimbang faktor internal serta potensi aksi ambil untung setelah kenaikan pada sesi sebelumnya.

Dari sisi teknikal, peluang penguatan disebut masih terbuka. Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, dalam risetnya menyatakan pergerakan sebelumnya masih tergolong bullish, dengan target resisten terdekat di area 7.320. Jika momentum bertahan, target berikutnya berada di level psikologis 7.486.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar mencermati apakah pelemahan di awal sesi bersifat sementara atau menjadi bagian dari konsolidasi lanjutan setelah penguatan tajam pada perdagangan sebelumnya.