BERITA TERKINI
IHSG Berpeluang Rebound, Namun Analis Ingatkan Risiko Koreksi Jika Belum Tembus 7.050

IHSG Berpeluang Rebound, Namun Analis Ingatkan Risiko Koreksi Jika Belum Tembus 7.050

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai berpeluang menguat pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Meski demikian, pelaku pasar diingatkan tetap berhati-hati karena IHSG masih berpotensi terkoreksi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan secara teknikal IHSG berpeluang berbalik menguat (rebound) menuju area 7.020–7.050. Namun, ia menekankan IHSG masih rentan terkoreksi apabila belum mampu menembus level 7.050.

Dalam proyeksinya, level support IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.850–6.900. Sementara itu, level resistansi diperkirakan berada di kisaran 7.020–7.050.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 6 Maret 2026, IHSG ditutup melemah 0,53% ke level 6.989. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp611 miliar.

Fanny mencatat, saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain BBRI, BMRI, BBCA, BUMI, dan BRMS. Di saat yang sama, pergerakan bursa saham global berlangsung bervariasi.

Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup menguat seiring munculnya harapan terkait gencatan senjata antara AS dan Iran. Indeks S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36%.

Menurut Fanny, sentimen pasar turut terdongkrak oleh laporan media yang menyebut AS, Iran, dan sejumlah mediator regional tengah membahas skema gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut disebut-sebut akan berlangsung selama 45 hari dan dinilai berpotensi menjadi jalan menuju perdamaian permanen.

Namun, ia menilai peluang tercapainya kesepakatan sebelum tenggat waktu masih kecil. Hal itu antara lain dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Trump juga menyatakan keinginannya untuk menguasai minyak Iran, meski menegaskan tidak akan melangkah lebih jauh dari itu.

Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham juga bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,55% sementara Topix turun tipis 0,01%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 1,36% sedangkan Kosdaq melemah 1,54%.

Sejumlah bursa di Asia tidak beroperasi pada Senin, 6 Maret 2026, karena libur Paskah, seperti Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong. Sementara itu, Tiongkok dan Taiwan libur memperingati Festival Qingming.

Fanny menambahkan, perhatian investor pekan ini juga tertuju pada rilis data inflasi dan keputusan suku bunga acuan di sejumlah negara. Filipina dijadwalkan merilis data inflasi Maret disusul Taiwan, sedangkan bank sentral Korea Selatan akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat, 10 April 2026.