BERITA TERKINI
Hingga Februari 2026, Edukasi Keuangan di Bali Jangkau 303.043 Peserta

Hingga Februari 2026, Edukasi Keuangan di Bali Jangkau 303.043 Peserta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai strategi, mulai dari edukasi tatap muka, edukasi daring, aliansi strategis, hingga edukasi keuangan bertema.

Sepanjang 2026 hingga Februari, OJK Provinsi Bali tercatat telah melaksanakan 29 kegiatan edukasi keuangan. Dari jumlah tersebut, 14 kegiatan dilakukan secara mandiri dan 15 kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan dengan OJK sebagai narasumber. Kegiatan edukasi yang digelar OJK ini menjangkau 1.830 orang, sementara edukasi melalui media sosial menjangkau sekitar 22.700 orang.

Selain kegiatan yang dilakukan OJK, edukasi keuangan juga digencarkan oleh Lembaga Jasa Keuangan di Bali melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Hingga Februari 2026, program tersebut telah mencatat 200 kegiatan dengan total peserta 301.213 orang.

Secara keseluruhan, total edukasi keuangan di Provinsi Bali selama periode tersebut mencapai 229 kegiatan dengan jangkauan 303.043 peserta.

Dalam pelaksanaannya, OJK Provinsi Bali berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui sejumlah program, seperti intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1–5 km care, edukasi tersegmentasi bagi pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala desa, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). OJK juga menjalankan program OJK Ngiring ke Banjar dan Training of Trainers (ToT) bagi anggota Satgas PASTI.

Edukasi secara daring turut dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram, serta publikasi iklan layanan masyarakat di radio dan media online di Provinsi Bali.

Upaya literasi keuangan tersebut juga diiringi penguatan program inklusi keuangan yang didukung berbagai pihak, termasuk sinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang melibatkan kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selama 2026 hingga Februari, TPAKD Provinsi Bali telah menggelar 34 kegiatan dengan total peserta 2.016 orang. Kegiatan itu terkait sejumlah program, antara lain Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP), Kejarku Pandai, UMKM Bali Nadi Jayanti, Program Peningkatan Inklusi Pasar Modal, serta Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa).