Harga emas dunia bergerak menguat sepanjang pekan ini, didukung kombinasi sentimen teknikal dan fundamental. Analisis Dupoin Futures menilai logam mulia masih menjaga tren bullish jangka pendek, sehingga peluang kelanjutan kenaikan tetap terbuka.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut secara teknikal XAU/USD berada dalam struktur tren naik pada timeframe H4. Penguatan dinilai semakin jelas setelah harga menembus area Moving Average (MA) 21 dan 34 yang sebelumnya menjadi resistance dinamis. Seiring pergerakan terbaru, kedua level tersebut disebut telah beralih fungsi menjadi area support yang menopang harga.
Menurut Geraldo, keberhasilan breakout itu menjadi indikasi tekanan beli masih dominan. Selama harga bertahan di atas area MA tersebut, struktur bullish diperkirakan tetap terjaga dan memberi ruang bagi emas melanjutkan kenaikan dalam waktu dekat.
Dari sisi indikator, Stochastic turut memperkuat sinyal positif. Indikator ini disebut berada di atas level 50 dan bergerak naik, yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat serta minat beli dinilai belum menunjukkan pelemahan berarti.
Dengan kondisi tersebut, XAU/USD diperkirakan berpotensi naik menuju resistance terdekat di kisaran USD4.946. Jika level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan ke area sekitar USD5.047 dinilai semakin terbuka. Geraldo menambahkan, level-level tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menyusun strategi perdagangan jangka pendek.
Dari sisi fundamental, penguatan emas sepanjang pekan ini juga dikaitkan dengan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor disebut semakin yakin bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga, seiring tren inflasi yang menunjukkan perlambatan.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan itu dinilai berdampak pada penurunan yield obligasi AS, sehingga mengurangi daya tarik aset berbunga. Dalam situasi tersebut, emas kerap dipilih sebagai alternatif karena dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, pelemahan dolar AS turut disebut menopang kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia cenderung menguat ketika mata uang AS melemah. Dolar yang lebih lemah juga membuat emas relatif lebih terjangkau bagi investor global, sehingga dapat mendorong permintaan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik, posisi emas sebagai aset safe haven dinilai menguat. Volatilitas pasar yang masih tinggi mendorong sebagian investor mempertahankan eksposur pada aset lindung nilai. Permintaan yang stabil dari investor institusi maupun bank sentral juga disebut menjadi faktor pendukung tambahan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga emas minggu ini mencerminkan dukungan teknikal dan fundamental yang saling menguatkan. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati rilis data ekonomi global dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan berikutnya. Selama harga bertahan di atas area support kunci, prospek penguatan emas dinilai masih terjaga.