BERITA TERKINI
Great Eastern General Insurance Indonesia Catat Pertumbuhan Agen 10% per Tahun, Kontribusi Premi 30%–35%

Great Eastern General Insurance Indonesia Catat Pertumbuhan Agen 10% per Tahun, Kontribusi Premi 30%–35%

PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) masih mengandalkan kanal keagenan sebagai salah satu penopang utama bisnis perusahaan. Kontribusi pendapatan premi dari agen saat ini berada di kisaran 30%–35% dari total portofolio GEGI.

Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, menyampaikan bahwa pendapatan premi dari keagenan masih dinilai prospektif, seiring tingkat literasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Menurutnya, peran agen masih dibutuhkan untuk membantu nasabah dalam mengidentifikasi produk, memahami jaminan polis, serta mendampingi proses klaim.

Berdasarkan laporan keuangan GEGI (unaudited), total pendapatan premi bruto secara tahunan meningkat dari Rp249,6 miliar pada Maret 2025 menjadi Rp280,5 miliar pada Maret 2026.

Di sisi lain, GEGI mencermati perubahan lanskap distribusi asuransi dalam lima tahun terakhir, seiring berkembangnya asuransi digital. Kanal digital dinilai lebih cocok untuk produk dengan risiko sederhana dan minim interaksi, dengan sasaran nasabah yang melek teknologi seperti milenial dan generasi Z.

Karena itu, GEGI menilai kanal tradisional seperti agen tetap perlu beradaptasi dengan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Linggawati juga menyoroti sejumlah tantangan di bisnis keagenan, mulai dari keterbatasan pemahaman produk yang berpotensi menimbulkan misselling hingga pola penjualan yang masih cenderung konvensional dan berfokus pada produk sederhana.

Untuk merespons tantangan tersebut, GEGI secara rutin menggelar pelatihan produk serta membagikan informasi terkini terkait kondisi pasar dan ekonomi. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi agen, memaksimalkan jaringan yang sudah ada, dan memperkuat daya saing.

Hingga saat ini, GEGI memiliki sekitar 500 agen pilihan. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan jumlah agen mencapai 10% per tahun.