BERITA TERKINI
Gen Z Kian Banyak Jalani Lebih dari Satu Pekerjaan, Tren atau Kebutuhan?

Gen Z Kian Banyak Jalani Lebih dari Satu Pekerjaan, Tren atau Kebutuhan?

Tren Generasi Z menjalankan lebih dari satu pekerjaan kian terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Selain bekerja penuh waktu, banyak dari mereka mengambil pekerjaan sampingan atau proyek tambahan yang umum disebut side hustle. Fenomena menumpuk beberapa sumber penghasilan ini bahkan dijuluki “side stacking” oleh media bisnis internasional.

Sejumlah survei menunjukkan kecenderungan tersebut. Survei Harris Poll pada September lalu, seperti dikutip dari prweek.com, mendapati 57 persen pekerja Gen Z memperoleh penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Angka itu lebih tinggi dibanding generasi yang lebih tua, yang tercatat sekitar 21 persen. Studi lain dari Citizens Financial Group juga menyebut dua pertiga responden berusia 18 hingga 34 tahun aktif memanfaatkan platform digital dan ekonomi gig untuk mengembangkan usaha tambahan.

Meski ketidakpastian ekonomi disebut menjadi salah satu pendorong, alasan Gen Z mengambil pekerjaan sampingan tidak semata terkait uang. Tren ini juga mencerminkan kebutuhan akan fleksibilitas, kemandirian, serta ruang untuk mengembangkan minat dan keterampilan.

Bagi sebagian Gen Z, pekerjaan tambahan berfungsi sebagai sarana membangun kepercayaan diri, menyalurkan kreativitas, dan mengasah kompetensi profesional. Keterampilan seperti manajemen waktu, komunikasi, hingga kemampuan berbicara di depan umum disebut ikut terbentuk dari pengalaman menjalankan peran di luar pekerjaan utama.

Di berbagai sektor, praktik ini muncul dalam beragam bentuk. Ada pekerja penuh waktu yang merangkap sebagai instruktur kebugaran, penulis lepas, desainer grafis freelance, hingga pelaku usaha digital yang dikerjakan di luar jam kerja utama.

Tren side stacking diperkirakan turut memengaruhi pola kerja ke depan. Pemberi kerja mulai melihat pekerjaan sampingan yang relevan sebagai bagian dari pengembangan karier, dan pengalaman tambahan dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam promosi jabatan.

Namun, pekerja juga dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan agar tidak mengalami kelelahan. Kemampuan mengatur waktu, komunikasi dengan tim, serta menetapkan batasan istirahat menjadi faktor penting agar pekerjaan utama dan sampingan dapat berjalan beriringan.

Bagi Gen Z, pekerjaan sampingan kerap tidak dipandang sebagai gangguan, melainkan perpanjangan dari identitas profesional. Di tengah industri yang menuntut adaptabilitas dan kreativitas, menjalankan berbagai peran sekaligus dinilai sebagai aset.