PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyampaikan penjelasan terkait sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas ketidaksesuaian informasi keuangan yang melibatkan anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Perbedaan data tersebut teridentifikasi pada Catatan 32 dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Garuda Indonesia untuk tahun buku 2025. Temuan itu memicu perhatian pelaku pasar terhadap akurasi laporan keuangan perseroan.
Dalam surat tanggapan resmi yang dikutip Minggu (12/4/206), manajemen GIAA menyatakan selisih angka bukan disebabkan kesalahan mendasar, melainkan dipengaruhi perbedaan waktu penerbitan laporan serta perbedaan pemetaan (mapping) atau pengelompokan (grouping) informasi keuangan antara induk dan anak usaha.
GIAA menjelaskan, laporan keuangan konsolidasian Garuda Indonesia dirilis lebih dulu pada 13 Maret 2026, sedangkan laporan keuangan auditan GMFI baru terbit pada 25 Maret 2026. Jeda waktu penerbitan ini disebut menjadi salah satu penyebab munculnya ketidaksinkronan data.
Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H Hutapea, dalam lampiran surat tertanggal Jumat (10/4), menyebut terdapat perbedaan pemetaan atau pengelompokan informasi keuangan GMFI yang disampaikan kepada perseroan saat finalisasi laporan keuangan konsolidasian induk dibandingkan dengan laporan keuangan konsolidasian GMFI. Perbedaan itu terutama terjadi pada bagian Laporan Arus Kas GMFI yang menjadi Catatan 32 dalam laporan konsolidasi perseroan.
Selain itu, manajemen mengakui proses audit GMFI yang belum rampung ketika laporan konsolidasi induk harus diselesaikan turut memperbesar perbedaan. Data yang digunakan GIAA pada saat itu masih bersifat sementara atau draf sehingga belum mencerminkan hasil audit final di tingkat anak perusahaan.
Menanggapi situasi tersebut, GIAA menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan guna menjaga transparansi serta kredibilitas perusahaan di mata investor.