BERITA TERKINI
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia di Secondary Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia di Secondary Emerging Market

FTSE Russell memastikan status pasar saham Indonesia tetap berada pada kategori secondary emerging market dan tidak mengalami penurunan ke frontier market. Kepastian ini disampaikan dalam pengumuman FTSE Russell pada Selasa (7/4).

Dalam pernyataannya, FTSE Russell menyebut penilaian terhadap pasar Indonesia masih berfokus pada pelaksanaan reformasi yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar. Sebelumnya, FTSE Russell sempat menunda peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret 2026.

FTSE Russell juga mencatat sejumlah inisiatif yang telah diluncurkan Indonesia, di antaranya keterbukaan pemegang saham, perluasan klasifikasi investor, penetapan batas minimum free float, serta penguatan sistem pengawasan pasar. Langkah-langkah tersebut disebut sebagai respons atas kekhawatiran sebelumnya terkait transparansi data.

Ke depan, FTSE Russell menyatakan akan terus memantau pelaksanaan reformasi tersebut dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk menghimpun masukan. Keputusan akhir terkait perlakuan sekuritas Indonesia akan diumumkan menjelang peninjauan indeks pada Juni 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan reformasi dan respons para pemangku kepentingan.

FTSE Russell menambahkan, saat ini Indonesia tidak dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam daftar pantauan (watch list), meski pemantauan atas kemajuan reformasi tetap berjalan.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia sempat menghadapi tekanan setelah MSCI membekukan evaluasi indeks pada akhir Januari. FTSE Russell juga sempat menyampaikan masih adanya ketidakpastian terkait reformasi pasar modal Indonesia, termasuk penentuan free float dan potensi gangguan pasar selama proses reformasi berlangsung. FTSE Russell menjadwalkan pengumuman selanjutnya pada 22 Mei 2026, sebelum keputusan pada peninjauan indeks Juni 2026.