BERITA TERKINI
FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia, Kekhawatiran Downgrade Pasar Modal Mereda

FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia, Kekhawatiran Downgrade Pasar Modal Mereda

Keputusan FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market disambut positif pelaku pasar. Langkah ini dinilai membantu meredakan kekhawatiran investor terkait potensi penurunan klasifikasi pasar modal domestik.

Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, mengatakan keputusan tersebut menunjukkan Indonesia masih memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam indeks global FTSE Russell. Sebelumnya, pasar sempat mengantisipasi risiko downgrade status Indonesia.

“FTSE tidak menurunkan status Indonesia, tetap di Secondary Emerging Market. Kita tidak di-downgrade seperti yang sempat dikhawatirkan pasar,” ujar Hans saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).

Hans menilai sejumlah pembenahan yang dilakukan regulator dan pemangku kepentingan turut berperan dalam penilaian FTSE Russell. Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas pasar, serta perbaikan akses bagi investor asing.

“Ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap reformasi pasar modal yang telah kita lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai dampak keputusan FTSE Russell dalam jangka pendek cenderung netral hingga positif terbatas. Menurutnya, keputusan ini setidaknya dapat mencegah terjadinya aliran dana keluar (outflow) dari pasar modal.

David menjelaskan, jika status Indonesia diturunkan, dana kelolaan global (asset under management/AUM) yang menjadikan indeks FTSE sebagai acuan berpotensi melakukan penjualan besar-besaran atau forced selling.

“Poin paling krusial adalah Indonesia tidak turun kasta. Dengan dipertahankannya status ini, risiko tersebut hilang,” kata David.

Meski begitu, ia menilai keputusan tersebut belum cukup kuat untuk mendorong aliran dana masuk (inflow) secara signifikan dalam waktu dekat. Investor global masih cenderung bersikap wait and see di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi.