BERITA TERKINI
Free Float BDMN dan HDFA Masih di Kisaran 7,5% per Maret 2026, di Bawah Ketentuan Minimum 15%

Free Float BDMN dan HDFA Masih di Kisaran 7,5% per Maret 2026, di Bawah Ketentuan Minimum 15%

Dua emiten sektor keuangan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), melaporkan porsi saham beredar di publik (free float) yang masih berada di kisaran 7,5% per 31 Maret 2026. Informasi tersebut tercantum dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 April 2026.

Untuk BDMN, free float tercatat sebesar 7,55% pada 31 Maret 2026, naik tipis dari 7,54% pada 27 Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah saham free float sebanyak 730.350.020 saham, dari sebelumnya 729.476.720 saham.

Sementara itu, HDFA melaporkan free float tetap 7,62%. Jumlah saham free float tercatat 498.621.153 saham, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberlakukan kebijakan free float minimum 15% sejak Maret 2026. Kebijakan ini memiliki tiga tahap pemenuhan, yakni pada tahun pertama hingga 2027, kemudian berlanjut pada 2028 dan 2029.

Dari sisi jumlah investor, BDMN mencatat penurunan menjadi 33.870 investor, turun 229 orang dari 34.099 investor pada periode sebelumnya. HDFA juga mengalami penurunan jumlah investor menjadi 2.411, turun 10 orang dari 2.421 investor.

Terkait pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Ownership/UBO), BDMN menyebut UBO perseroan adalah Yasushi Itagaki, namun bukan pemegang saham langsung. BDMN juga mengungkap terdapat 97.735.530 saham tidak tercatat pada akhir Maret 2026, setara 1%, dan posisinya tidak berubah dibandingkan akhir Februari 2026.

Adapun HDFA menyampaikan UBO perseroan adalah Jovasky Pang Wei Shen, yang bertindak sebagai pemegang saham langsung. Perseroan juga menyatakan tidak memiliki saham tidak tercatat pada akhir Februari hingga Maret 2026.

Pada perdagangan Kamis (9/4/2026) pukul 09.21 WIB, saham BDMN bergerak naik 0,38% ke level Rp2.610 dari Rp2.600, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp25,2 triliun. Volume transaksi tercatat 577.200 saham, dengan frekuensi 346 kali dan nilai transaksi Rp1,51 miliar. BDMN masih tercatat di papan utama.

Selain itu, sepanjang April 2026 BDMN menggelar pembagian dividen tunai sebesar Rp142,19 per saham dengan total nilai Rp1,38 triliun. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 April 2026.

Sementara itu, saham HDFA pada pukul 09.24 WIB tercatat melonjak lebih dari 24% ke Rp113 dari Rp91. Kapitalisasi pasar mencapai Rp745 miliar, dengan volume transaksi 6,22 juta saham. Nilai transaksi tercatat Rp688,9 juta, dengan frekuensi 1.098 kali.