BERITA TERKINI
Forum UCLG Aspac di Kendari pada Mei 2026 Diproyeksikan Hadirkan Ratusan Delegasi

Forum UCLG Aspac di Kendari pada Mei 2026 Diproyeksikan Hadirkan Ratusan Delegasi

Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dijadwalkan menjadi tuan rumah forum dunia United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac) pada 6–9 Mei 2026. Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan UCLG Aspac merupakan organisasi pemerintah daerah terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang menjadi bagian dari jaringan global UCLG. Menurutnya, forum ini mempertemukan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus bertukar pengalaman pembangunan.

“UCLG Aspac menghimpun pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik terbaik, memperluas kerja sama, dan mendorong inovasi kebijakan publik antarkota,” ujar Sahuriyanto, Sabtu (11/4/2026).

Sahuriyanto menyebut UCLG Aspac mewakili lebih dari 7.000 pemerintah daerah dengan total populasi sekitar 3,76 miliar jiwa atau hampir setengah penduduk dunia. Skala tersebut, kata dia, menjadikan forum ini sebagai pertemuan strategis dalam penguatan jejaring antarwilayah di tingkat global.

Pada penyelenggaraan Mei 2026, forum ini mengangkat tema “Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economy”. Tema tersebut menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi inklusif, serta ketahanan daerah menghadapi tantangan global. Selain pariwisata, agenda pembahasan juga mencakup isu lingkungan, kesehatan, hingga sektor kelautan dan perikanan.

Penunjukan Kendari sebagai tuan rumah dinilai membuka peluang bagi daerah untuk lebih dikenal di tingkat internasional, sekaligus berpotensi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Sahuriyanto menyebut kegiatan ini dapat mendorong kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha bagi UMKM, serta menggerakkan sektor jasa seperti perhotelan, transportasi, dan kuliner.

Ia juga menyampaikan forum tersebut dinilai membuka peluang investasi di sejumlah sektor, termasuk pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Kendari, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah pendukung, mulai dari koordinasi dengan Sekretariat UCLG Aspac di Jakarta, pelatihan liaison officer, penyediaan penerjemah, hingga peningkatan layanan bagi tamu internasional.

Menurut Sahuriyanto, dukungan lintas sektor turut diperkuat melalui kerja sama dengan dunia usaha dan jaringan internasional, termasuk program sister city dengan Xi’an, Tiongkok. Ia menilai forum ini dapat menjadi momentum bagi Kendari untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan daya saing daerah.

“Forum ini bukan sekadar pertemuan, tetapi kesempatan bagi Kota Kendari untuk memperkenalkan potensi daerah dan membangun kolaborasi jangka panjang,” pungkasnya.