BERITA TERKINI
Fintech Kian Dekat dengan Masyarakat, Literasi Keuangan Digital Dinilai Mendesak

Fintech Kian Dekat dengan Masyarakat, Literasi Keuangan Digital Dinilai Mendesak

Perkembangan teknologi digital yang pesat mengubah cara masyarakat mengelola keuangan. Kemudahan akses berbagai layanan finansial berbasis aplikasi dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar tidak menimbulkan risiko baru di tengah masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Publik Literasi Keuangan Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI di Purwokerto. Diskusi ini menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Trinovi Khairani Sitorus, praktisi kehumasan dan pakar budaya digital Dr. Rulli Nasrullah, serta entrepreneur dan praktisi keuangan Aditya S. B. Commerce.

Dalam forum itu disampaikan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 130 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan teknologi finansial semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, tingginya penggunaan aplikasi digital disebut belum sepenuhnya diiringi pemahaman terkait risiko. Sejumlah ancaman masih kerap muncul, mulai dari penipuan daring, pinjaman ilegal, investasi bodong, hingga judi digital.

Trinovi menekankan literasi digital tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dari risiko, tetapi juga membantu masyarakat memanfaatkan teknologi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan. “Dengan literasi digital selain melindungi risiko, kita juga mampu untuk memanfaatkan teknologi keuangan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan pemahaman dalam mengelola keuangan secara sehat, mulai dari perencanaan, membangun kebiasaan menabung, hingga mengambil keputusan investasi secara rasional. Kesadaran keamanan digital juga dinilai perlu diperkuat, termasuk menjaga data pribadi dan tidak mudah tergiur tawaran yang tidak realistis.

Melalui peningkatan literasi keuangan digital, masyarakat diharapkan tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak untuk mendukung kesejahteraan.