Fenomena fear of missing out (FOMO) kian menjadi perhatian dalam kajian perilaku anak muda di Indonesia. Istilah ini merujuk pada perasaan takut tertinggal tren, pengalaman, atau aktivitas yang dianggap penting oleh lingkungan sosial, terutama yang terlihat di media digital.
Di tengah pesatnya penggunaan internet dan media sosial, FOMO tidak lagi dipandang sekadar fenomena. Dorongan untuk tetap mengikuti apa yang sedang ramai dapat memengaruhi pilihan dan kebiasaan, termasuk dalam pola konsumsi.
Dalam konteks ini, FOMO disebut dapat mendorong perilaku konsumtif di kalangan anak muda. Dampaknya kemudian berpotensi terasa pada kondisi keuangan, seiring keputusan belanja atau pengeluaran yang dilakukan demi mengikuti tren dan aktivitas yang sedang populer.