Instrumen investasi berbasis perak kembali menguat di bursa Amerika Serikat setelah sempat mengalami periode yang berat selama sekitar sebulan terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif global menyusul pengumuman Presiden Donald Trump pada Selasa malam mengenai gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pasar merespons kabar tersebut secara positif. Pada perdagangan pra-pasar Rabu pagi, sejumlah exchange-traded fund (ETF) berbasis perak terpantau melonjak. Salah satu syarat utama gencatan senjata adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Dampaknya, harga minyak dilaporkan turun ke bawah US$100 per barel, sementara harga perak fisik serta ETF yang melacak perak justru menguat.
Menurut analisis yang beredar, kenaikan ini mencerminkan optimisme bahwa stabilitas geopolitik dapat membantu perbaikan rantai pasok global. Meski demikian, perak tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang menarik apabila ketidakpastian kembali meningkat.
Sejumlah ETF perak mencatat kenaikan harian pada perdagangan terbaru. ProShares Ultra Silver (AGQ) naik 4,37% ke US$125,14. ETFMG Prime Junior Silver Miners (SILJ) menguat 2,52% menjadi US$32,90. iShares Silver Trust (SLV) naik 2,32% ke US$70,02, sementara Aberdeen Standard Physical Silver (SIVR) bertambah 2,41% ke US$73,54.
Di antara ETF yang sering dibandingkan, AGQ dan SILJ memiliki karakteristik berbeda. AGQ menggunakan kontrak berjangka jangka pendek dengan tujuan memberikan imbal hasil dua kali lipat dari pergerakan harga perak harian, sehingga dinilai lebih cocok untuk strategi perdagangan jangka pendek dengan risiko lebih tinggi. Adapun SILJ berfokus pada investasi di perusahaan tambang perak skala kecil (junior miners) yang berada pada tahap eksplorasi dan pengembangan.
Dari sisi kinerja sejak awal tahun 2026, SILJ disebut memimpin dengan kenaikan hampir 11%, sementara AGQ terkoreksi sekitar 29% pada periode yang sama. Dari segi biaya, SILJ memiliki expense ratio 0,69%, lebih rendah dibanding AGQ sebesar 0,95%. Untuk dana kelolaan, SILJ tercatat mengelola sekitar US$4,14 miliar, lebih besar dibanding AGQ yang berada di kisaran US$2,02 miliar.
Secara teknis, keduanya disebut berada pada peringkat “Buy”. Namun, SILJ dinilai lebih menarik karena sinyal teknis yang lebih kuat, biaya lebih rendah, serta performa tahun berjalan yang lebih stabil.