BERITA TERKINI
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,33 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,33 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat kinerja positif di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,33 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa dinamika global yang penuh tantangan tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. “Di tengah dinamika global, pertumbuhan ekonomi Sumsel tetap mampu tumbuh dengan baik,” ujarnya, Kamis (2/5/2026).

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka di Sumsel tercatat 3,89 persen pada 2025. Herman Deru menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kinerja pembangunan ke depan. “Ini adalah hasil kerja bersama, dan menjadi refleksi untuk terus melangkah lebih baik,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyatakan terus mendorong pembangunan melalui 12 program strategis yang menjadi prioritas. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah program yang disebutkan antara lain pembangunan New Palembang Port di Banyuasin, penguatan ketahanan pangan, layanan kesehatan gratis, serta pemerataan pendidikan. Di sektor ekonomi, Pemprov Sumsel juga menyiapkan program “100 Ribu Sultan Muda” untuk mencetak wirausaha baru, yang akan didukung melalui akses permodalan dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda.

Selain itu, pemerintah menargetkan pemerataan listrik hingga 100 persen desa serta penghapusan blank spot internet untuk mendukung konektivitas digital. Pengembangan pariwisata turut menjadi fokus melalui program “Sumsel Wonderful 2030” yang mengandalkan event unggulan dan potensi kuliner lokal.

Revitalisasi pasar tradisional juga direncanakan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Sumsel menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik di tengah tantangan ekonomi global.