BERITA TERKINI
Diskusi Aftech di Solo: IziData Ingatkan Bahaya Phishing dari Tautan Tak Dikenal di WhatsApp

Diskusi Aftech di Solo: IziData Ingatkan Bahaya Phishing dari Tautan Tak Dikenal di WhatsApp

Masyarakat diminta lebih waspada saat menerima tautan atau link dari aplikasi pesan instan maupun media sosial, terutama jika berasal dari nomor yang tidak dikenal. Kewaspadaan ini diperlukan untuk menghindari phishing, yakni penipuan siber yang bertujuan mencuri data pribadi pengguna untuk kemudian disalahgunakan.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bersama redaksi Solopos Media Group (SMG) di Griya Solopos, Jalan Adisucipto 190, Solo, Jumat (10/4/2026) sore. Aftech merupakan wadah penyelenggara financial technology (fintech) untuk berkolaborasi, berinovasi, dan beradvokasi dalam memperkuat daya saing industri fintech nasional.

Business Director IziData Indonesia, Ricko Marpaung, memaparkan sejumlah modus phishing yang kerap mengincar pengguna layanan digital. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah pengalaman rekannya yang menerima tautan dari nomor WhatsApp tak dikenal.

Menurut Ricko, ketika tautan tersebut diklik, kamera depan ponsel dapat otomatis mengambil foto tanpa disadari pengguna. Ia menjelaskan, tautan semacam itu bisa mengarahkan korban ke landing page tertentu, misalnya menyerupai tampilan Instagram. Meski tampilan layar terlihat normal, terdapat proses di balik layar yang memungkinkan kamera memotret pengguna.

Ia menambahkan, phishing tidak hanya berpotensi mencuri data, tetapi juga dapat digunakan untuk melacak lokasi pengguna hingga mengakses kamera. Data yang didapatkan dari cara-cara tersebut berisiko dimanfaatkan untuk tindakan tidak bertanggung jawab dan merugikan korban.

Ricko menyebut modus phishing paling sering dilakukan melalui WhatsApp. Ia menyarankan masyarakat tidak membuka tautan dari nomor yang tidak dikenal. Ia juga mengusulkan langkah sederhana, seperti menutup kamera depan ponsel ketika tidak digunakan, sebagai bagian dari mitigasi risiko. Ia menekankan edukasi mengenai kejahatan siber diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa IziData merupakan salah satu anggota Aftech. Secara total, Aftech memiliki sekitar 200 anggota dari dalam dan luar negeri, yang terdiri dari berbagai jenis perusahaan dan layanan, mulai dari fintech, lembaga keuangan, pembayaran digital, perbankan, financial planner, aset digital atau kripto, capital market, payment gateway, digital gold, penyedia aplikasi pajak, digital invoicing, dan lainnya.

IziData sendiri bergerak di bidang teknologi informasi dengan layanan analisis data, penilaian kredit, manajemen risiko, dan layanan lainnya. Perusahaan ini didirikan pada 2018.

Ricko menjelaskan, IziData membantu perusahaan dalam proses Know Your Customer (KYC), yaitu verifikasi identitas nasabah atau pengguna untuk memastikan keabsahan data. Ia menggambarkan, jika sebelumnya perbankan perlu mendatangi nasabah dan melakukan wawancara, kini proses tersebut dapat dilakukan melalui platform tanpa harus bertemu langsung, dengan keputusan persetujuan atau penolakan dilakukan berdasarkan sistem yang berjalan di belakang layar.

Menurut Ricko, IziData berada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam klaster Innovative Credit Scoring dan mendukung pelaku usaha sektor keuangan, khususnya layanan digital.

Salah satu mitra IziData adalah Superbank (PT Super Bank Indonesia) yang didukung ekosistem Grab. Dalam kerja sama tersebut, IziData membantu proses credit scoring. Ricko menyebut, di balik kecepatan platform peer-to-peer dalam mengakses kredit dalam hitungan menit, terdapat peran pihak yang bekerja di belakang layar.

Ia menambahkan, proses pengajuan kredit yang sebelumnya mengharuskan nasabah datang ke kantor cabang, mengisi formulir, dan memakan waktu beberapa hari, kini dapat dipersingkat melalui perangkat digital, misalnya dengan foto KTP dan foto wajah pengguna.