BERITA TERKINI
Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Pelatihan Guru Literasi Keuangan Cha-Ching untuk Siswa Kelas V SD

Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar Pelatihan Guru Literasi Keuangan Cha-Ching untuk Siswa Kelas V SD

Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pendidikan menggelar Training of Teachers (ToT) Cha-Ching Curriculum sebagai upaya membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang relevan. Kegiatan ini dibuka di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung pada Rabu (8/4).

Pembukaan ToT dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, A.P., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penanaman literasi keuangan sejak dini sebagai fondasi karakter bagi siswa kelas V sekolah dasar.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan dirancang untuk memberikan pemahaman pengelolaan uang secara interaktif. Sebanyak 334 guru kelas V dari 287 sekolah dasar negeri dan swasta se-Kabupaten Tulungagung mengikuti pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 8–10 April 2026.

Deni menyebut guru memiliki peran penting dalam menyampaikan materi literasi keuangan kepada siswa. Ia berharap pelatihan ini membantu tenaga pendidik mentransfer pengetahuan pengelolaan keuangan dengan metode yang menyenangkan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bijak secara finansial.

Cha-Ching Curriculum memperkenalkan empat pilar utama, yakni earn (memahami cara memperoleh uang secara halal dan jujur), save (membiasakan menabung untuk masa depan), spend (berbelanja bijak serta membedakan kebutuhan dan keinginan), serta donate (menumbuhkan empati dan kepedulian sosial melalui berbagi).

Menurut Deni, program ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan guru, tetapi dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Ia menilai penguasaan literasi keuangan sejak dini akan membantu generasi muda Tulungagung menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan lebih baik.

Dinas Pendidikan juga menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan menjadi bagian dari upaya menyiapkan “Generasi Emas” yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan mampu mengelola masa depan finansial secara bijak.