BERITA TERKINI
Defisit APBN Kuartal I 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Menkeu Sebut Dampak Percepatan Belanja

Defisit APBN Kuartal I 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Menkeu Sebut Dampak Percepatan Belanja

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026. Angka tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menyampaikan bahwa defisit tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Maret 2025, defisit APBN tercatat Rp104,2 triliun atau 0,43 persen dari PDB.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Senin, 6 April 2026, Purbaya menegaskan defisit merupakan bagian dari desain anggaran pemerintah. Ia juga meminta publik tidak terkejut saat melihat angka defisit, karena APBN memang dirancang dengan kondisi tersebut.

Menurut Purbaya, kenaikan defisit pada awal 2026 dipengaruhi strategi pemerintah untuk membelanjakan anggaran lebih merata sepanjang tahun, sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun. Dengan pendekatan itu, defisit pada kuartal pertama menjadi lebih besar dibanding tahun lalu.

Ia menjelaskan, secara historis rata-rata realisasi belanja pada kuartal I berada di kisaran 17 persen dari pagu APBN. Namun pada kuartal I 2026, penyerapan belanja sudah mencapai 21,2 persen, yang disebut sebagai percepatan belanja yang dilakukan sejak awal tahun.

Purbaya menyebut percepatan tersebut didorong kesiapan anggaran dan pelaksanaan kerja yang lebih cepat oleh kementerian dan lembaga. Ia menilai langkah ini dapat memberi kontribusi kuat terhadap pertumbuhan PDB pada kuartal I 2026, yang diperkirakan mencapai 5,5 persen atau lebih.

Hingga kuartal I 2026, realisasi belanja negara tercatat Rp815 triliun atau 31,4 persen. Sementara itu, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun, meningkat 10,5 persen.

Purbaya menambahkan pemerintah akan terus memantau perkembangan pendapatan dan belanja sepanjang tahun, serta berhati-hati dalam mempertimbangkan langkah fiskal berikutnya.