Danantara menyatakan tidak akan melakukan investasi secara langsung. Penempatan dana akan dilakukan melalui sejumlah manajer investasi (MI) yang telah dikonsolidasikan, dengan tujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan dana sekaligus memperluas jangkauan investasi.
“Jadi, kami lewat beberapa manajer investasi (MI), mereka yang akan melakukan itu,” kata Pandu.
Pandu menambahkan, Danantara terus memantau berbagai peluang di pasar dan menjaga komunikasi aktif. Menurutnya, perusahaan juga akan mempertimbangkan aspek imbal hasil terbaik dalam langkah investasinya.
Sebelumnya, Danantara telah mengambil alih sejumlah perusahaan manajer investasi dengan total nilai sekitar Rp2,3 triliun. Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara mengakuisisi mayoritas saham di PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM), Mandiri Manajemen Investasi (MMI), serta PT BRI Manajemen Investasi.
Seluruh transaksi tersebut telah ditandatangani melalui Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) pada awal bulan ini. Konsolidasi ini ditujukan untuk membentuk entitas pengelola aset yang lebih besar dan kompetitif, sekaligus menjadi “champion” di industri melalui inovasi produk dan layanan.