BERITA TERKINI
Daftar Berita Terbaru: Revisi Pertumbuhan Ekonomi AS, Defisit Perdagangan, hingga Isu Industri dan Investasi

Daftar Berita Terbaru: Revisi Pertumbuhan Ekonomi AS, Defisit Perdagangan, hingga Isu Industri dan Investasi

Sejumlah berita ekonomi, investasi, dan industri beredar dalam beberapa jam terakhir. Di ranah internasional, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal II dilaporkan direvisi naik menjadi 2,2% dengan dukungan sektor riil. Pada saat yang sama, defisit perdagangan barang AS disebut melonjak ke level US$ 132,6 miliar.

Dari sektor energi, data persediaan minyak AS pekan lalu tercatat naik menjadi 427,3 juta barel berdasarkan rincian data EIA. Pergerakan harga minyak juga menjadi perhatian, dengan harga minyak WTI dilaporkan tetap bertahan di atas US$ 90 di tengah pemulihan pasokan Timur Tengah. Sentimen pasar turut dipengaruhi negosiasi terkait Selat Hormuz serta pemulihan ekspor Saudi yang disebut mengangkat harga minyak.

Di pasar valuta asing, ekonomi yang tumbuh 0,5% disebut mendorong nilai tukar poundsterling bangkit menuju US$ 1,33.

Dari sisi korporasi, Japfa Comfeed (JPFA) dikabarkan melakukan divestasi Vaksindo senilai Rp 1,807 triliun. Laporan tersebut juga memuat alasan dan dampak dari langkah divestasi itu.

Sementara itu, dari sektor industri, pelaku industri ritel meminta agar aturan jam kerja tidak disamaratakan. Di industri rokok, industri rokok kretek dilaporkan mengalami kontraksi, dan GAPPRI meminta relaksasi aturan ketenagakerjaan.