Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai peran pembuat kebijakan sangat krusial dalam menjaga perekonomian Indonesia, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Ia menyoroti situasi global yang dinilai memburuk setelah pecahnya perang AS-Iran. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi menimbulkan dampak lintas sektor dan lintas pasar, sehingga diperlukan langkah nyata dari para pemangku kepentingan agar ekonomi nasional tetap kuat ke depan.
“Sinergi dan koordinasi stakeholder, policy maker sangat dibutuhkan, beberapa hal saling terkait satu sama lain, jelas butuh sinergi dan koordinasi yang lebih kuat,” kata Faisal dalam Central Banking Forum 2026 di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta, Senin (13/4/2026).
Selain koordinasi antarpemangku kepentingan, Faisal menyatakan pembuat kebijakan juga memerlukan dukungan dari pelaku usaha. Ia menilai kontribusi dunia usaha tidak hanya dalam aktivitas bisnis, tetapi juga dalam memperkuat kepercayaan agar kebijakan dan sektor usaha dapat saling menopang.
“Pelaku usaha dibutuhkan sumbangsih, bukan cuma usahanya, tapi mendukung kepercayaan, agar policy making dan dunia usaha bisa saling memperkuat,” ujarnya.
Faisal juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai lebih kuat dibandingkan masa krisis 1998. Salah satu pembeda utama, menurutnya, terletak pada kekuatan sektor riil.
Ia menjelaskan, pada 1998 sektor riil berada dalam kondisi rapuh sehingga tidak mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Beberapa di antaranya sektor riil, kondisi fiskal, termasuk sektor keuangan. Sektor riil, jika dibandingkan dengan 1998, 2020 saat pandemi. Di 1998 riil rapuh, meski saat 1997 pertumbuhan ekonomi sempat tinggi,” kata Faisal.
Karena itu, ia menilai penguatan sektor riil perlu menjadi perhatian penting mengingat sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian dan berkontribusi langsung pada pembentukan produk domestik bruto (PDB). Ia menambahkan, apabila pemerintah mampu menjaga sektor riil tetap kuat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja yang terjaga, ketahanan ekonomi Indonesia diyakini dapat tetap solid di tengah dinamika geopolitik global.