BERITA TERKINI
Chairul Tanjung Nilai Jogja Financial Festival 2026 Efektif Dorong Literasi Keuangan Lewat Edukasi dan Hiburan

Chairul Tanjung Nilai Jogja Financial Festival 2026 Efektif Dorong Literasi Keuangan Lewat Edukasi dan Hiburan

Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) menilai peningkatan literasi keuangan di Indonesia perlu pendekatan yang lebih menarik bagi masyarakat. Karena itu, ia menyebut Jogja Financial Festival 2026 dirancang dengan memadukan edukasi dan hiburan massal agar pesan literasi keuangan lebih mudah diterima.

Jogja Financial Festival 2026 akan digelar pada 22–23 Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini merupakan kolaborasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Transmedia, dengan target menjangkau ribuan masyarakat secara langsung serta memperluas jangkauan edukasi literasi keuangan.

Festival tersebut direncanakan menjadi ruang pertemuan para pemangku kepentingan sektor keuangan, mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat luas. Mereka akan berdiskusi dan berbagi perspektif untuk mendorong peningkatan literasi keuangan.

CT mengatakan tantangan utama literasi keuangan bukan semata kurangnya materi, melainkan cara penyampaian yang belum cukup memikat. Ia menekankan pentingnya mengumpulkan massa dan menjaga perhatian peserta agar edukasi tidak mudah hilang begitu saja.

Pernyataan itu disampaikan CT dalam acara Breakfast Meeting prapenyelenggaraan Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Jumat (3/4). Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, perwakilan Kementerian Keuangan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta jajaran pimpinan UGM.

Menurut CT, festival ini dikemas layaknya “magnet massa” dengan menempatkan sesi edukasi di sela konser, hiburan, dan kehadiran publik figur. Targetnya, masyarakat datang, bertahan mengikuti rangkaian acara, lalu menyerap pesan literasi keuangan. Ia menyebut elemen hiburan disusun agar peserta tetap berada di tempat dan tidak meninggalkan acara saat edukasi berlangsung.

CT juga mendorong industri keuangan terlibat langsung melalui pembukaan stan interaktif dan kelas edukasi yang praktis. Ia menilai pendekatan seperti ini lebih mengena dibandingkan penyampaian melalui ceramah panjang.

Seluruh rangkaian Jogja Financial Festival 2026 direncanakan terbuka gratis untuk publik. CT menyebut kebijakan tersebut merupakan strategi untuk menghilangkan hambatan partisipasi dan memperluas jangkauan edukasi, dengan pembiayaan berasal dari LPS serta sponsor.

Meski demikian, ia menekankan perlunya manajemen penyelenggaraan yang ketat, termasuk pembatasan jumlah peserta. CT merujuk pengalaman penyelenggaraan sebelumnya di Medan yang menunjukkan tingginya animo masyarakat, terutama saat sesi hiburan berlangsung.

Selain festival, rangkaian kegiatan juga mencakup Jogja Run D-City yang akan digelar pada 24 Mei 2026. Berbeda dengan festival yang gratis, ajang lari ini berbayar dan dikaitkan dengan tujuan sosial. CT menyatakan 100 persen dana pendaftaran akan dihibahkan untuk UGM, antara lain untuk membantu kebutuhan beasiswa.

Jogja Run D-City terdiri dari Fun Run 5K dan Race Run 10K dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Rute lari disebut akan melewati sejumlah landmark Yogyakarta, dimulai dari kawasan UGM dan RSUP Dr. Sardjito, melintasi Tugu Yogyakarta, menyusuri Jalan Malioboro, hingga finis di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Dalam rangkaian hiburan, pengunjung dijadwalkan menikmati sesi stand up comedy Kiky Saputri serta penampilan musik dari Ari Lasso, Happy Asmara, dan Juicy Lucy. Dua program Transmedia, yakni “Lapor Pak!” dan “Arisan” yang dipandu Surya Insomnia, juga akan turut memeriahkan acara.

Rangkaian kegiatan disebut akan ditutup dengan Celebrity Match di Kampus UGM yang menghadirkan selebritas Denny Sumargo dan Duta Modjo “Sheila On 7”, serta penampilan Ndarboy.

CT menyatakan melalui kombinasi edukasi, hiburan, dan aksi sosial, literasi keuangan dapat menjadi gerakan besar yang melibatkan banyak pihak. Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, ia juga meninjau langsung JEC di Bantul sebagai lokasi penyelenggaraan, didampingi antara lain oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.