Indeks bursa saham di puluhan negara dilaporkan melemah dalam sebulan pertama perang AS-Israel versus Iran pada Maret 2026. Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI).
BEI mencatat pelemahan terjadi di banyak pasar saham, mencerminkan tekanan yang meluas di berbagai bursa selama periode awal konflik. Namun, laporan tersebut tidak merinci besaran penurunan masing-masing indeks maupun negara-negara yang terdampak.
Hingga saat ini, BEI hanya menegaskan adanya tren pelemahan lintas negara pada bulan pertama perang, tanpa memberikan rincian tambahan terkait faktor pendorong, sektor yang paling terpengaruh, atau perkembangan lanjutan setelah Maret 2026.