Harga minyak mentah bergerak naik, sementara bursa saham Asia mencatat penguatan tipis pada perdagangan Jumat (10/4) pagi. Investor dinilai masih berhati-hati menyusul rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah menjelang rencana perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada akhir pekan ini.
Minyak mentah Brent naik 1% ke level US$97 per barel. Kenaikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan peringatan kepada Teheran terkait rencana pengenaan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur perairan penting yang disebut masih efektif tertutup. Trump juga menuding Iran tidak bekerja dengan baik dalam memastikan kelancaran pasokan energi dunia.
Di pasar saham, indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,5% dan mengarah pada penguatan mingguan pertama sejak Februari. Saham sektor teknologi memimpin kenaikan, didorong kabar CoreWeave Inc yang menyepakati kesepakatan senilai US$21 miliar untuk memasok daya komputasi kepada Meta Platforms Inc. Sementara itu, bursa saham Korea Selatan melonjak 1,9% dan disebut menjadi indikator investasi kecerdasan buatan (AI).
Pelaku pasar kini menantikan rincian rencana pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, akhir pekan ini. Meski minyak berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam sembilan bulan dan saham global mengarah ke pekan positif kedua, kelanjutan reli dinilai bergantung pada ketahanan gencatan senjata serta potensi pembukaan kembali Selat Hormuz.