Bursa saham Asia bergerak melemah pada awal pekan, Senin (13/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Kekhawatiran pelaku pasar turut dipicu oleh munculnya rencana blokade pada jalur energi yang dinilai vital bagi pasokan global. Sentimen ini menambah tekanan di pasar keuangan kawasan.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1% pada perdagangan Senin pagi. Penurunan ini terjadi setelah Nikkei sebelumnya mencatat kenaikan mingguan tertajam dalam lebih dari setahun.
Sementara itu, indeks Topix yang mencerminkan pergerakan pasar lebih luas melemah 0,5% ke level 3.721,78, dengan pergerakan yang cenderung fluktuatif.
Tekanan pasar antara lain dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut angkatan laut AS akan memulai blokade di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan energi harian dunia.