BERITA TERKINI
Bursa Asia Melemah Setelah Iran Sebut Ada Pelanggaran dalam Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS

Bursa Asia Melemah Setelah Iran Sebut Ada Pelanggaran dalam Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS

Reli pasar saham global yang sebelumnya terdorong kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai kehilangan tenaga pada Kamis (9/4). Pergerakan pasar melemah setelah Teheran menyatakan sejumlah poin dalam kesepakatan tersebut telah dilanggar, memicu kembali ketidakpastian dan mendorong harga minyak mentah menguat.

Di Asia, saham-saham dibuka di zona merah, sementara kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% pada awal perdagangan yang berlangsung hati-hati. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengatakan sejauh ini sudah ada tiga poin dalam proposal gencatan senjata yang dilanggar.

Padahal pada Rabu, pasar sempat melonjak karena optimisme bahwa kesepakatan itu akan memperlancar kembali aliran minyak mentah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Indeks ekuitas MSCI Asia Pasifik tercatat turun 0,4%, dengan pelemahan merata di bursa Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Sentimen pasar turut tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah Brent yang naik 2,5% menjadi US$97,12 per barel, setelah sempat anjlok 13% pada sesi sebelumnya. Di pasar obligasi, surat utang AS (Treasury) menghapus reli awalnya, sementara obligasi pemerintah Australia juga mengalami penurunan pada perdagangan Kamis pagi.