Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengingatkan potensi dampak ancaman ekonomi global terhadap daerah dan mengajak pelaku usaha di Klaten memperkuat mitigasi bersama melalui Forum Corporate Social Responsibility (CSR). Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) CSR Kabupaten Klaten 2026 yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Kamis (9/4/2026).
Di hadapan ratusan pelaku usaha yang hadir, Hamenang menilai dinamika global merupakan tantangan yang tidak bisa dihindari oleh daerah. Ia menyinggung situasi konflik internasional yang menurutnya dapat berimbas hingga ke Indonesia.
“Tentu hari ini tantangannya luar biasa, apa apalagi kalau melihat situasi global perang antara Amerika dan Iran yang cepat atau lambat pasti dampaknya akan juga dirasakan oleh kita yang ada di Indonesia,” ujar Hamenang.
Ia menegaskan, dampak tersebut berpotensi dirasakan tidak hanya oleh sektor industri, tetapi juga masyarakat luas. “Mungkin berdampak ke perusahaan Bapak Ibu, mungkin juga ke masyarakat,” lanjutnya.
Dalam rapat yang berlangsung serius, peserta tampak duduk rapi di kursi sidang DPRD dengan latar ruang berarsitektur khas Jawa. Materi paparan ditampilkan melalui layar besar di bagian depan ruangan.
Hamenang menekankan perlunya langkah antisipasi secara kolektif melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha. Menurutnya, mitigasi sedini mungkin diperlukan agar isu strategis dapat direspons sebelum berdampak lebih luas.
“Ini juga harus kita mitigasi bersama agar hal-hal yang menjadi isu strategis terjadi, bisa kita mitigasi sedini mungkin,” tegasnya.
Ia juga menilai Forum CSR memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi sekaligus sarana respons cepat menghadapi dinamika ekonomi.
Sementara itu, Ketua Forum CSR Dewi Ekosari mengingatkan pelaku usaha agar adaptif menghadapi turbulensi ekonomi. Ia menyinggung konflik yang dinilainya dapat memengaruhi distribusi minyak serta memicu kenaikan harga komoditas dan pangan.
“Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ada perang, perang Israel yang berpengaruh nanti terhadap distribusi minyak dan pastinya nanti akan terpengaruh terhadap kenaikan harga komoditi dan pangan,” ungkap Dewi.
Ia juga menyampaikan kondisi yang disebutnya sebagai stagflasi. “Dan sekarang terjadi stagflasi, yaitu adanya inflasi atau kenaikan harga dan juga deflasi, jadi semuanya berkaitan,” imbuhnya.
Dalam situasi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi di tingkat daerah.