BERITA TERKINI
BTN Terima Tambahan Likuiditas Rp 10 Triliun dari Kemenkeu, Difokuskan untuk Pembiayaan

BTN Terima Tambahan Likuiditas Rp 10 Triliun dari Kemenkeu, Difokuskan untuk Pembiayaan

Bank Tabungan Negara (BTN) memperoleh tambahan likuiditas sebesar Rp 10 triliun dari penempatan dana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pertengahan bulan lalu. Dana tersebut disebut akan difokuskan untuk mendukung pembiayaan atau penyaluran kredit.

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan, porsi yang diterima BTN setara 10% dari total dana Rp 100 triliun yang dibagikan kepada perbankan. “Dari total dana itu, BTN mendapat bagian 10% dan difokuskan untuk pembiayaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa tambahan likuiditas kali ini akan diarahkan untuk pembelian surat berharga negara (SBN) sebagai upaya menahan kenaikan imbal hasil (yield) SBN di pasar. Namun Nixon menyebut BTN cenderung membeli SBN menggunakan dana yang sudah dimiliki bank.

“BTN beli SBN pakai duit sendiri. Tidak ada (arahan khusus untuk beli SBN dengan tambahan dana likuiditas),” kata Nixon saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, skema tambahan likuiditas tersebut pada dasarnya serupa dengan penempatan dana SAL (saldo anggaran lebih) yang dibagikan Kemenkeu pada September 2025. Skemanya berupa deposito on call dengan bunga 80,476% dari BI-rate.

Perbedaannya, penempatan dana SAL sebelumnya dipastikan ditarik saat jatuh tempo pada September 2026, sedangkan tambahan likuiditas kali ini dapat ditarik sewaktu-waktu.

Nixon menambahkan, BTN menyatakan siap mengembalikan dana yang ditempatkan Kemenkeu kapan pun diperlukan. Menurutnya, BTN juga tidak menghadapi permasalahan likuiditas yang berarti sehingga kesiapan dana dinilai mencukupi.