Bank Syariah Nasional (BSN) Palu menggelar dialog bersama media lokal guna mendorong penguatan keuangan syariah sekaligus membahas kondisi dan potensi ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Tengah.
Branch Manager BSN Palu, Wahyu Ardimas, didampingi Deputy Branch Manager Supporting, Wahid Fachrul Hafidz, menyampaikan pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pandangan dengan media dalam rangka mendukung program pembangunan daerah.
Menurut Wahyu, secara bisnis BSN berfokus pada pembiayaan properti perumahan sejalan dengan latar belakang dari BTN Syariah. Namun, ia menyebut pihaknya terbuka untuk mengembangkan potensi di sektor lain, dengan tetap berpegang pada prinsip syariah dan menyesuaikan kondisi daerah.
“Secara bisnis Bank Nasional Syariah ini memang berfokus di bidang properti perumahan sejalan dengan latar belakang kami dari BTN Syariah. Namun demikian, kami juga terbuka untuk mengembangkan potensi di sektor lain, tentunya dengan tetap berdasarkan prinsip syariah serta menyesuaikan dengan kondisi daerah,” kata Wahyu saat berdialog di Pin Point Kafe Palu, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, selain sektor perumahan, BSN juga melayani berbagai ekosistem keuangan syariah lainnya, termasuk layanan terkait ibadah haji dan umrah. Layanan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah secara lebih terstruktur sesuai prinsip syariah.
BSN juga menyediakan layanan kepemilikan emas melalui skema cicilan berbasis syariah sebagai alternatif investasi yang disebut aman dan terjangkau, serta diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.
Untuk memperluas akses layanan, BSN didukung aplikasi mobile banking Bale Syariah yang memungkinkan nasabah bertransaksi secara digital, mulai dari cek saldo, transfer, hingga pembayaran kebutuhan.
Wahyu menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, dengan aktivitas ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan, terutama pada sektor pertambangan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan merata.
Ia juga menyampaikan dukungan BSN terhadap program pemerintah, khususnya terkait penyaluran kredit bagi UMKM, dengan menyesuaikan kebijakan dan peraturan yang berlaku.
BSN merupakan bank umum syariah di Indonesia hasil pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Entitas ini merupakan hasil akuisisi dan transformasi Bank Victoria Syariah, dan resmi beroperasi pada 22 Desember 2025 dengan fokus layanan di bawah naungan Danantara Indonesia. BSN disebut sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan total aset yang tercatat lebih dari Rp 71 triliun.