BP Batam memperkuat komunikasi dengan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global. Upaya tersebut dilakukan melalui forum strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” yang menjadi wadah menghimpun masukan dan kritik sebagai dasar perumusan kebijakan ke depan.
Kegiatan yang digelar di Balairungsari Batam pada Kamis (2/4) itu menghadirkan ruang dialog antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, dan tokoh masyarakat. Forum ini diarahkan untuk menyatukan langkah dalam pembangunan ekonomi Batam di tengah dinamika global yang dinilai semakin kompleks.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk merespons berbagai tantangan yang berkembang. Ia menyatakan BP Batam ingin membangun kesamaan cara pandang bersama para pelaku usaha agar kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran.
“Kami ingin membangun konstruksi pemikiran bersama. Masukan dari pelaku usaha menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Amsakar.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka. Di antaranya terkait pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta persoalan sosial dan politik yang turut berpengaruh terhadap aktivitas dunia usaha.
Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Asman Abnur, menilai capaian Batam saat ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan BP Batam. Ia juga menyebut adanya regulasi terbaru dari pemerintah pusat yang dinilai memberikan kemudahan bagi dunia usaha, terutama dalam aspek perizinan dan birokrasi.