BERITA TERKINI
Bobot Indonesia di Indeks MSCI Berpotensi Turun, Outflow Diperkirakan Setara Rp17 Triliun

Bobot Indonesia di Indeks MSCI Berpotensi Turun, Outflow Diperkirakan Setara Rp17 Triliun

JAKARTA – Bobot Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) diperkirakan berpotensi menyusut dan memicu keluarnya modal asing (capital outflow) seiring rangkaian reformasi di pasar modal yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama regulator.

Head of Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, mengatakan penurunan bobot Indonesia di MSCI menjadi skenario utama yang tengah dihadapi pasar saham domestik. Menurut dia, penurunan bobot akan berdampak negatif terhadap pasar. Pernyataan itu disampaikan dalam pemaparan pada Selasa (7/4).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) seperti BEI merespons proposal MSCI yang disampaikan pada akhir Januari 2026. Dalam proposal tersebut, MSCI mempertanyakan transparansi pasar saham Indonesia.

Merespons hal itu, OJK dan SRO menerapkan sejumlah kebijakan baru, antara lain pengungkapan data pemegang saham di atas 1%, peningkatan batas minimal free float menjadi 15%, granularisasi kategori investor, serta pengungkapan data High Shareholding Consentration (HSC) pada sejumlah emiten.

Martha menilai penerapan reformasi pasar modal secara menyeluruh berpotensi menurunkan bobot Indonesia di MSCI sekitar 14% atau setara US$1 miliar. Ia memperkirakan potensi outflow tersebut setara sekitar Rp17 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.

Meski demikian, Martha menilai ada itikad baik dari OJK dan SRO untuk membatasi risiko Indonesia turun kelas dari kategori emerging market menjadi frontier market. Ia mengatakan berbagai upaya yang dilakukan diharapkan dapat membantu mempertahankan posisi Indonesia di emerging market.

Di sisi lain, penurunan bobot diperkirakan dapat menekan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituen MSCI. Namun, Martha menilai tekanan itu kemungkinan tidak sebesar yang dikhawatirkan karena pasar sudah melemah cukup signifikan dalam dua bulan terakhir, sehingga sebagian sentimen dinilai telah tercermin dalam harga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IDNFinancials.com, MSCI dijadwalkan mengumumkan rebalancing indeks terbaru pada Mei 2026. Pengelola indeks global tersebut umumnya melakukan peninjauan empat kali dalam setahun, yakni pada Februari, Mei, Agustus, dan November.